Dari Lumbung Kehidupan ke Panggung Nasional, Jejak Budaya Wali Kota Mataram di Gerbang Sangkareang

oleh -576 Dilihat
682c2af6 ea4c 401b b7d2 963cd1c21068
Gerbang Sangkareang, Kota Mataram. (Foto: Arief Rahman)

KabarBaik.co – Di tengah hiruk-pikuk Kota Mataram, berdiri sebuah gerbang yang bukan sekadar penanda ruang kota. Gerbang Sangkareang, dengan bentuk lumbung dan motif tenun Sasak, menyimpan cerita tentang cara sebuah kota merawat ingatan kolektif dan identitas budayanya. Dari ruang inilah gagasan “Lumbung Kehidupan” Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, mengantarkannya ke panggung nasional masuk 10 besar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.

Gerbang yang dibangun di kawasan Taman Sangkareang itu lahir dari kegelisahan: bagaimana wajah Kota Mataram bisa berbicara tentang jati diri masyarakatnya. Mohan memilih lumbung simbol ketahanan, kebersamaan, dan keberlanjutan hidup masyarakat Sasak sebagai bahasa visual kota.

“Memang kita sudah minta untuk membangun gerbang dengan bentuk lumbung yang lebih besar. Alhamdulillah, konsep ini kemudian diadopsi oleh dinas-dinas di provinsi dan bahkan sampai ke Kota Bima,” tutur Mohan, mengenang awal gagasan itu lahir.

Cerita tentang Gerbang Sangkareang dan perjalanan kebudayaan Kota Mataram mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Mataram dengan Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin dan Sekretaris PWI NTB Fahrul Musthofa. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi hangat tentang Anugerah Kebudayaan yang digelar oleh PWI Pusat. Wali kota didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mataram Muhammad Ramadhani, bersama sejumlah staf.

Dalam suasana yang cair, Mohan memaparkan upaya-upaya pelestarian dan pengembangan kebudayaan yang ia lakukan selama menjabat. Bagi Mohan, kebudayaan tidak hanya hidup di panggung seni atau seremoni, tetapi juga harus hadir dalam tata kota, ruang publik, dan keseharian warga.

Di balik gerbang dan simbol-simbol kota, tersimpan pandangan Mohan tentang kebudayaan sebagai warisan yang harus dirawat sekaligus dikembangkan. Gerbang Sangkareang, dengan filosofi “Lumbung Kehidupan”, menjadi pengingat bahwa kebudayaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga bekal menata masa depan.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Mataram menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan diskusi pengurus PWI NTB, serta apresiasi atas perhatian PWI terhadap upaya kebudayaan yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram.

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sendiri merupakan penghargaan nasional yang diberikan kepada tokoh, komunitas, lembaga, atau pemerintah daerah yang dinilai berjasa besar dalam pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan Indonesia. Dalam ajang bergengsi rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tersebut, Mohan Roliskana berhasil menembus babak akhir dan menjadi salah satu dari 10 kepala daerah terbaik di Indonesia yang diundang mempresentasikan visi kebudayaannya di hadapan dewan juri di Jakarta.

Bagi Kota Mataram, pencapaian ini bukan sekadar prestasi kepala daerah, melainkan pengakuan bahwa ruang-ruang kota, simbol-simbol budaya, dan perhatian pada kearifan lokal dapat menjadi jembatan antara masyarakat, sejarah, dan masa depan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.