Digelar Akhir Pekan Ini, Boyong & Sedekah Bumi Hambangun Projo Nganjuk Jadi Cermin Jati Diri dan Pelestarian Budaya Leluhur

oleh -251 Dilihat
Ilustrasi Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo, peringatan perjalanan panjang sejarah pemerintahan Nganjuk sejak 06 Juni 1880
Ilustrasi Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo, peringatan perjalanan panjang sejarah pemerintahan Nganjuk sejak 06 Juni 1880

KabarBaik.co, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali bersiap menggelar tradisi tahunan yang sarat akan makna budaya dan rasa syukur, yakni Boyong & Sedekah Bumi Hambangun Projo. Acara peringatan perjalanan panjang sejarah pemerintahan Nganjuk sejak 06 Juni 1880 hingga tahun 2026 ini dipastikan siap menyapa dan menghibur masyarakat luas pada akhir pekan ini.

Kepala Bagian Prokopim Pemkab Nganjuk, Samsudin, menyampaikan bahwa prosesi kirab akan mengambil rute sakral, bergerak mulai dari Alun-Alun Berbek menuju Pendopo KRT Sosrokeosoemo pada Sabtu (6/6) , mulai tepat pukul 13.00 WIB.

Sepanjang rute kirab, masyarakat akan disuguhkan parade budaya yang memukau. Mulai dari arak-arakan Boyong Natapraja, gunungan raksasa yang tersusun rapi dari hasil bumi lokal, hingga berbagai bentuk kearifan lokal lainnya yang menjadi simbol kemakmuran sekaligus identitas kebanggaan masyarakat Anjuk Ladang.

“Agenda tahunan ini bukan sekadar tontonan semata, melainkan manifestasi nyata dari pelestarian budaya leluhur,” jelas Samsudin mengenai kehadiran gunungan hasil bumi dalam prosesi sedekah bumi sebagai bentuk ucapan syukur kolektif atas berkah kesuburan tanah.

Sementara itu, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir langsung, meramaikan, dan menyukseskan jalannya acara adat ini.

Pria yang akrab disapa Kang Marhaen ini menegaskan bahwa kegiatan ini memegang peranan krusial bagi generasi masa depan Nganjuk.

“Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo ini adalah cermin jati diri kita sebagai masyarakat Nganjuk yang tidak pernah lupa pada akar sejarah dan budaya leluhur,” ujar Kang Marhaen.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya bersyukur atas melimpahnya hasil bumi, tetapi juga memperkuat pondasi gotong royong untuk membawa Nganjuk melesat maju.

Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kemegahan Boyong Natapraja dan berburu berkah gunungan hasil bumi, pastikan untuk mengosongkan jadwal pada Sabtu siang ini demi menjadi bagian dari sejarah kelestarian budaya Nganjuk.

Dalam penutupnya, Kang Marhaen mengajak seluruh warga untuk tumpah ruah ke jalan dan meramaikan kirab budaya ini dengan tertib.

“Mari kita jadikan warisan leluhur ini sebagai pemersatu, pengikat kebersamaan, dan kebanggaan yang terus hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.