Direktur Operasional Persebaya Minta PSSI Tegas ke Wahyudi Hamisi

oleh -226 Dilihat
Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi. (Dian Kurniawan)

KabarBaik.co – Aksi kontroversial yang dilakukan pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi membuat manajemen Persebaya Surabaya bereaksi keras. Persebaya telah resmi mengirim surat ke PSSI meminta gelandang berusia 26 tahun itu menerima hukuman yang setimpal.

Seperti diketahui, pemain yang identik dengan nomor punggung 33 itu melakukan tindakan brutal dalam pertandingan saat PSS menantang Persebaya pekan ke-27 Liga 1 2023/2024 itu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (3/3/2024).

Awalnya, Bruno Moreira sedang tersungkur kesakitan, setelah kakinya ditendang dari belakang oleh bek lawan di menit ke-15. Dalam situasi itu, ada gelandang Ripal Wahyudi yang mendribel terlihat ingin menjauhkan bola.

Namun, Wahyudi Hamisi yang berusaha merebut bola dari Ripal Wahyudi malah terlihat seperti menendang bola tapi kakinya malah mengenai kepala Bruno Moreira. Pemain-pemain Persebaya pun melakukan protes keras atas aksi brutal itu. Pertandingan sempat terhenti sekitar dua menit. Pada akhirnya, wasit Ginanjar Rahman Latief hanya memberi Wahyudi Hamisi kartu kuning saja.

Baca juga:  Persebaya Surabaya vs Madura United: Misi Bajol Ijo Menjaga Dominasi

Direktur Operasional Persebaya Candra Wahyudi mengecam aksi yang dilakukan oleh Wahyudi Hamisi. Juga menyoroti keteledoran wasit dalam menegakkan keadilan dan menyerukan agar PSSI bertindak tegas terhadap pelanggaran aturan yang terjadi di lapangan.

“Persebaya mengirim surat ke PSSI itu untuk meminta ketegasan federasi PSSI untuk menghukum pihak-pihak yang memang melanggar aturan di pertandingan itu. Wahyudi Hamisi memang sudah sangat jelas, sangat clear melakukan tindakan brutal dengan menendang kepala pemain kami, Bruno,” kata Candra Wahyudi dalam keterangan resminya kepada wartawan, Selasa (5/3/2024).

“Wasit Ginanjar Rahman ini sebenarnya memiliki kewenangan untuk membuat pertandingan itu berjalan secara fair. Karena dia punya kartu, dia punya keputusan perlu itu untuk membuat pertandingannya lebih jeli. Tapi dia tidak melakukan itu. Terbukti dengan hanya memberikan peringatan berupa kartu kuning,” imbuhnya.

Baca juga:  Waspada, Persebaya Pantang Remehkan Persita, Ini Sebabnya

Beruntung, Bruno Moreira tidak mengalami cedera parah. Padahal, apa yang dilakukan Wahyudi Hamisi bisa mengancam keselamatan bahkan nyawa pemain lawan. Kendati demikian, Candra Wahyudi, mengingatkan kepada PSSI untuk bertindak sesuai regulasi.

“Seperti yang kita ketahui bersama, di sepanjang pertandingan ternyata Wahyudi Hamisi tidak hanya melakukan kekerasan terhadap Bruno, tapi juga beberapa tindakan pelanggaran yang menurut kami juga harusnya layak mendapatkan hukuman lebih tegas,” ucap mantan wartawan media cetak nasional itu.

Ya, Wahyudi Hamisi telah berulang kali melakukan tindakan berbahaya. Selain itu, pemain kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara tersebut tetap mengulangi tindakan tidak sportif dan tidak mendapat sanksi tegas meski selalu membuat permintaan maaf setelah melakukan aksi brutal.

Baca juga:  Borneo FC vs Persebaya: Bajol Ijo Optimistis Curi Poin

“Surat yang kami layangkan ke PSSI adalah menuntut PSSI, Ketua Umum Erick Thohir, yang dari awal memang berkoar-koar menjadi komisi wasit untuk segera menghukum pihak-pihak yang tidak sesuai dengan aturan dan pertandingan itu,” kata Candra Wahyudi.

“Yang jadi penekanan persebaya adalah bahwa aturan harus ditegakkan, pertandingan harus dilindungi, pemain harus dilindungi. Kami juga sebagai klub sudah melaporkan, saya kira tinggal PSSI saja bergerak cepat untuk segera melakukan tindakan menghukum pihak-pihak yang memang dianggap melanggar regulasi atau bersalah dalam kasus ini,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.