Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Dini Dinilai Jadi Kunci Cegah Penularan HIV pada Remaja

oleh -113 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 03 at 11.51.02 AM 1
Ilustrasi HIV

KabarBaik.co, Surabaya – Edukasi kesehatan reproduksi sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di kalangan remaja. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah hingga tenaga kesehatan agar generasi muda memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi dan mampu menghindari perilaku berisiko.

Pengamat HIV/AIDS Jawa Timur, Rachmat Hargono, mengatakan pembahasan mengenai kesehatan reproduksi masih kerap dianggap sebagai topik yang tabu di tengah masyarakat. Padahal, pemberian informasi yang tepat dan disesuaikan dengan usia anak justru menjadi bekal penting dalam mencegah penularan HIV.

“Edukasi kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak dini dengan pendekatan yang sesuai usia. Jangan sampai karena dianggap tabu, anak justru mencari informasi dari sumber yang belum tentu benar,” ujarnya, Senin (3/8).

Menurut Rachmat, tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan media sosial dan pergaulan. Akses informasi yang begitu luas tidak selalu diiringi dengan kemampuan menyaring informasi yang benar, sehingga remaja lebih rentan terpapar informasi yang keliru maupun perilaku berisiko apabila tidak memiliki pemahaman yang memadai.

Karena itu, ia menilai edukasi kesehatan reproduksi tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak, sekolah sebagai tempat pembelajaran, serta pemerintah dan masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam membangun komunikasi yang terbuka dan sehat.

“Remaja perlu dibimbing agar memahami cara menjaga kesehatan reproduksi dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan mereka,” katanya.

Selain edukasi, Rachmat juga menekankan pentingnya skrining HIV sebagai langkah deteksi dini. Menurutnya, pemeriksaan HIV bukan bertujuan memberikan stigma ataupun menghakimi seseorang, melainkan untuk mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula seseorang dapat memperoleh layanan kesehatan dan pengobatan. Karena itu, skrining harus dipandang sebagai upaya menjaga kesehatan, bukan sesuatu yang perlu ditakuti,” ujarnya.

Rachmat juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma kepada Orang dengan HIV (ODHIV). Ia menegaskan HIV tidak menular melalui aktivitas sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, berbagi makanan atau minuman, menggunakan toilet yang sama, maupun melalui keringat.

Penularan HIV hanya terjadi melalui jalur tertentu, antara lain hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik yang tidak steril secara bergantian, transfusi darah yang tidak aman, serta penularan dari ibu kepada bayi selama masa kehamilan, persalinan, atau menyusui apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat upaya penanggulangan HIV melalui edukasi masyarakat, deteksi dini, perluasan akses layanan tes HIV, penyediaan terapi antiretroviral (ARV), serta penghapusan stigma terhadap ODHIV. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan angka penularan HIV sekaligus meningkatkan kualitas hidup orang yang hidup dengan HIV.

Rachmat berharap edukasi kesehatan reproduksi tidak lagi dipandang sebagai hal yang tabu. Menurutnya, pemahaman yang benar sejak usia dini, disertai dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, menjadi fondasi penting dalam melindungi generasi muda dari penularan HIV sekaligus membangun lingkungan yang lebih peduli, inklusif, dan bebas stigma terhadap ODHIV. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.