Ekonomi Banyuwangi Tumbuh 6,14 Persen, Lampaui Jatim dan Nasional

oleh -170 Dilihat
IMG 20260730 WA0018 scaled
Kepala OJK Jember, Aris Budiman saat memberikan pemaparan. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi pada Triwulan I 2026 mencapai 6,14 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang sebesar 5,96 persen maupun nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Kepala OJK Jember, Aris Budiman mengatakan, Banyuwangi menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di wilayah Sekarkijang bersama Kabupaten Jember yang tumbuh 6,35 persen.

“Pada Triwulan I 2026, perekonomian wilayah Sekarkijang mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Jember dan Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing sebesar 6,35 persen dan 6,14 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen dan nasional sebesar 5,61 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Aris menjelaskan, stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sekarkijang yang meliputi Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang tetap terjaga. Kondisi tersebut didukung pertumbuhan ekonomi regional yang berada di atas rata-rata nasional serta kinerja intermediasi keuangan yang masih positif hingga 31 Mei 2026.

Hingga akhir Mei 2026, outstanding kredit bank umum di wilayah Sekarkijang tercatat sebesar Rp 62,42 triliun atau tumbuh 0,78 persen secara tahunan. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank umum mencapai Rp 55,80 triliun atau meningkat 16,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, jumlah investor pasar modal di wilayah Sekarkijang juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 431.375 investor atau meningkat 70,42 persen secara tahunan. Banyuwangi menjadi daerah dengan pertumbuhan investor terbesar ketiga di Sekarkijang, yakni 80,71 persen.

“Peningkatan jumlah investor saham tidak lepas dari bertambahnya Galeri Investasi yang memperluas jangkauan edukasi dan inklusi pasar modal. Selain itu, pertumbuhan investor juga mencerminkan efektivitas literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK bersama BEI maupun perguruan tinggi mampu menarik minat masyarakat untuk berinvestasi saham,” kata Aris. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.