Geger Dugaan Pencabulan di Ponpes Mahdiy, Warga Pagerwojo Sidoarjo Ngamuk

oleh -123 Dilihat
IMG 20240621 WA0044
Sejumlah spanduk yang dipasang oleh warga di depan lokasi Ponpes Al Mahdiy tepat di pagar Makam Islam Pagerwojo. (Foto: Yudha)

KabarBaik.co – Warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran geger pada Kamis (21/6) sore. Mereka menggelar aksi protes kepada salah satu pondok pesantren lantaran adanya dugaan tindak pencabulan pada santriwati yang masih berada dibawah umur.

Perwakilan Aliansi Arek Sidoarjo Hendy Wahyudianto mengatakan jika pada tahun 2021 sebenarnya telah melakukan mediasi terkait persoalan ini di Desa. Namun belum ada penyelesaian hingga saat ini.

“Minggu kemarin diadakanlah rapat dengan warga, dalam rapat ini, mereka melakukan petisi tanda tangan sebanyak 1.000 orang, soal penutupan pondok pesantren,” terangnya usai aksi.

Menurutnya warga setempat setuju untuk pondok pesantren Mahdiy ini ditutup secara permanen.

“Kami berharap kepada pihak terkait di Sidoarjo, agar menindaklanjuti persoalan ini. Sehingga masalah ini tidak berlarut-larut,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua RT-20/RW-05, Desa Pagerwojo, Budi Setiawan menjelaskan aksi warga ini dipicu oleh adanya dugaan aksi pencabulan yang dilakukan pengasuh pada santrinya, meski ia tak mengetahui secara detail.

“Yang mengetahui saat korban melarikan diri dari pondok itu, diketahui oleh warga sekitar dan korban lari sambil meminta pertolongan kepada warga,” imbuhnya.

Usai ditenangkan oleh warga sekitar, korban diantarkan pulang ke rumah orang tuanya.

“Saat diantar ke rumahnya, orang tuanya, langsung melaporan ke kepolisian, tetapi saat melapor, saya tidak mengikuti, yang pasti korban sudah melaporkan kejadian ini ke polisi,” bebernya.

“Untuk soal dugaan pelecehan ini, saya tidak ada hubungan apa-apa, melainkan mencari informasi, apakah benar seorang Kyai melakukan hal seperti itu, karena dia juga warga saya, Namun saat dikroscek ke korban ternyata benar,” tambahnya.

Menurut orang tua korban saat dikonfirmasi Budi, kasus tersebut sudah berjalan selama enam bulan. “Kalau memang benar – benar Kyai, melakukan dugaan pelecehan terhadap santri, ya ditutup pondok pesantren, dan tidak ada toleransi lagi,” tegasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.