Gold Final Proliga 2026 Membara: Ayo Awasi Bersama Kepemimpinan Wasit

oleh -253 Dilihat
WASIT PROLIGA
Ilustrasi; Kepemimpinan wasit sangat mempengaruhi jalannya pertandingan. Mereka terus dituntut profesional dan menjaga integritas.

KabarBaik.co, Yogyakarta – GOR Amongrogo bersiap kembali menjadi saksi penentuan takhta tertinggi voli tanah air Sabtu (25/4)  hari ini. Di balik adu taktik dan fisik antara para bintang, terselip kekhawatiran yang bisa merusak pesta. Yakni, kepemimpinan wasit.

Setelah leg pertama yang diwarnai protes keras dan kartu kuning, profesionalisme pengadil lapangan belakangan menjadi sorotan utama agar tidak menjadi “pemain ke-13″ yang merusak jalannya laga.

Tensi tinggi Grand Final Proliga 2026 sedang berada di titik didih. Sayangnya, kegemilangan aksi Gyorgy Grozer hingga Irina Voronkova dalam bayang-bayang potensi keputusan kontroversial wasit. Jika di leg kedua wasit gagal bersikap presisi, bukan tidak mungkin sejarah juara tahun ini akan cacat oleh polemik.

Membuka rangkaian laga pukul 15.00 WIB, Jakarta Pertamina Enduro (JPE) berpeluang mengunci gelar juara jika kembali menundukkan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia. Di leg pertama sektor putri, ada sejumlah keputusan yang dianggap ”aneh” namun lebih kondusif dibandingkan putra.

Gresik Phonska Plus yang mengusung misi kebangkitan membalas kekalahan dipastikan akan bermain habis-habisan. Dalam duel selevel ini, satu keputusan salah dari wasit terkait holding ball, touch ball atau pelanggaran net bisa mengubah momentum secara drastis.

Publik voli tanah air menanti apakah wasit yang memimpin sore ini mampu mengimbangi ketenangan Megawati Hangestri dkk., atau justru menjadi pemicu protes pertama di sektor putri.

Baca Juga: Prediksi Gold Final Proliga 2026 Leg 2 Putri: Momentum Gresik Jaga Asa Akhiri Kutukan atau JPE Back to Back Juara

Puncaknya pada pukul 19.00 WIB, laga Jakarta LavAni Livin Transmedia melawan Jakarta Bhayangkara Presisi diprediksi akan kembali “meledak”. Luka dari leg pertama masih menganga, di mana kubu Bhayangkara terang-terangan menyebut hilang fokus akibat keputusan wasit, bahkan memaksa wasit mencabut kartu kuning untuk Bardia Saadat di leg pertama pada Jumat (24/4) malam.

Asisten Pelatih LavAni, Erwin Rusni, juga telah memberi peringatan bahwa tensi panas membuat emosi pemain sekelas Taylor Sander dan Gyorgy Grozer meluap-luap. Jika pengadil laga kembali tidak konsisten, laga bisa berubah dari tontonan teknik kelas dunia menjadi ajang debat kusir di depan net.

Suara semua sudah bulat. Mereka ingin menang karena kualitas permainan, bukan karena “hadiah” atau kesalahan wasit. Pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran, secara implisit menekankan bahwa mental anak asuhnya runtuh bukan hanya karena lawan, tapi karena situasi di lapangan yang dipicu pengadil.

Baca Juga: Irina Voronkova: Ketika Panggilan Kedua Indonesia Masih Tetap Menyala

Integritas Proliga dipertaruhkan. Dengan teknologi video challenge yang sudah tersedia, wasit seharusnya tidak punya alasan lagi untuk ragu. Profesionalisme wasit bukan sekadar tugas, melainkan syarat mutlak agar mahkota juara yang diraih benar-benar terhormat dan tanpa cela. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.