KabarBaik.co – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kota Mataram menjadi momentum pemberian penghargaan kepada 11 tokoh dan institusi yang dinilai berjasa serta konsisten menerapkan Asta Protas Kementerian Agama.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan komitmen dalam memperkuat kerukunan, pelayanan keagamaan, serta transformasi birokrasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Zamroni Aziz, usai peringatan HAB ke-80 di Kota Mataram. Salah satu penerima penghargaan adalah Hamdun selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Mataram atas dedikasinya mewujudkan Mataram terpilih sebagai Kota Wakaf tahun 2025.
Penghargaan juga diberikan kepada Muchtar, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Mataram, atas perannya sebagai kolaborator dalam menjadikan Mataram sebagai Kota Wakaf.
Apresiasi turut diberikan kepada Muhammad Khairil Anwar, Kepala KUA Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, atas komitmennya mewujudkan tata kelola administrasi yang unggul, transparan, dan akuntabel.
Di bidang pendidikan dan pembinaan keagamaan, penghargaan diterima Joni Pranata, guru Pendidikan Agama Buddha, atas dedikasi dan prestasinya dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta bimbingan spiritual umat Buddha.
Pendeta Kawi Ariyaguna diapresiasi sebagai pelopor program rumah ibadah Kristen ramah anak, sementara Johnson Perurian Hottua menerima penghargaan atas inisiasi digitalisasi layanan Bimas Kristen yang selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama.
Penghargaan lainnya diberikan kepada Pendeta Tiurma Sihombing atas kepeloporannya mewujudkan kebun percontohan penyuluh agama Kristen, serta Pendeta M. Sonang S. Aritonang atas inisiatif menghadirkan rumah ibadah Kristen ramah disabilitas.
Sementara itu, Ni Komang Purnawati memperoleh penghargaan atas dedikasi dan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Pasraman.
Selain individu, Kementerian Agama juga menetapkan Desa Labuhan Badas, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, serta Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, sebagai Desa Sadar Kerukunan tahun 2025.
Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk terus mendorong implementasi Asta Protas secara nyata.
“Sekaligus memperkuat peran tokoh dan institusi dalam menjaga kerukunan umat beragama, meningkatkan kualitas layanan publik, serta membangun peradaban Indonesia yang damai dan inklusif,” ujar Zamroni.(*)







