KabarBaik.co, Jember — Warga Dusun Plalangan, Desa Tegalwaru, Kecamatan Mayang, Jember mendadak gempar pada Selasa (9/6) pagi. Sesosok jasad yang telah menjadi kerangka ditemukan tergeletak di kawasan perkebunan perbukitan milik warga setempat.
Penemuan tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang petani yang berniat memanen singkong. Terkejut melihat tulang-belulang manusia di area lahan, ia langsung urung memanen dan bergegas melaporkan kejadian tersebut ke pamong desa.
Kepala Dusun Plalangan Handoso, membenarkan kronologi penemuan tersebut. Begitu mendapat laporan dari warganya, ia langsung menghubungi pihak kepolisian.
“Saksi tadi mau panen pohong (singkong), lalu melihat mayat. Karena ketakutan, dia langsung lari pulang dan melapor ke saya. Laporan itu langsung saya teruskan ke Polsek Mayang,” ungkap Handoso.
Berdasarkan penelusuran awal, kerangka tersebut diyakini adalah HB, 37 tahun, atau yang akrab disapa Sana. Korban merupakan warga setempat yang memang sempat dilaporkan hilang misterius oleh pihak keluarga.
Menurut Handoso, Sana sudah tidak terlihat di lingkungan rumahnya sejak sekitar dua bulan lalu. Pihak keluarga dan tetangga sebenarnya sudah berusaha mencari keberadaannya selama satu bulan penuh, namun pencarian kala itu nihil.
Identitas korban akhirnya terungkap setelah pihak keluarga mengenali busana yang tersisa di lokasi.
“Keluarga sangat yakin itu Sana setelah melihat baju dan celana yang masih melekat pada kerangka,” imbuh Handoso.
Kapolsek Mayang AKP Dian Eko Timuriyono, menjelaskan bahwa jajarannya menerima laporan sekitar pukul 06.00 WIB. Polisi bersama warga dan perangkat desa langsung bergerak cepat menuju lokasi penemuan di atas bukit.
Untuk mendalami kasus ini, Polsek Mayang juga telah berkoordinasi dengan Tim Identifikasi Polres Jember guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya indikasi kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Dugaan kuat mengarah pada kondisi psikologis korban sebelum menghilang.
“Pihak keluarga membenarkan bahwa korban mengalami depresi berat setelah bercerai dengan istrinya. Diduga korban meninggal dunia saat berada sendirian di area perkebunan tersebut,” terang AKP Dian.
Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan masih akan menunggu hasil pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebab utama kematian pria berusia 37 tahun tersebut.(*)






