Imbas Kemacetan Ketapang, Empat Pasien Darurat dari Wongsorejo Terpaksa Dirujuk ke Situbondo

oleh -144 Dilihat
IMG 20260625 WA0092
Kondisi kemacetan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan) 

KabarBaik.co, Banyuwangi – Kemacetan parah di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, berdampak pada layanan kesehatan warga. Sedikitnya empat pasien dari wilayah utara Banyuwangi harus dialihkan rujukannya ke Kabupaten Situbondo akibat akses menuju rumah sakit rujukan di pusat kabupaten terhambat antrean kendaraan.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pengalihan rujukan dilakukan sebagai langkah darurat agar pasien tetap mendapat penanganan medis tepat waktu. Biasanya, pasien dari wilayah utara Banyuwangi akan dirujuk ke RSUD Blambangan, namun kondisi kemacetan membuat perjalanan menuju rumah sakit tersebut berisiko terlambat.

“Total ada empat pasien. Biasanya warga yang sakit dirujuk ke RSUD Blambangan, tetapi karena mendapatkan informasi adanya macet parah, para pasien langsung diarahkan ke Situbondo,” ujar Amir, Kamis (25/6). Menurutnya, keempat pasien tersebut membutuhkan penanganan dokter spesialis sehingga tidak memungkinkan menunggu kondisi lalu lintas kembali normal.

Dari jumlah tersebut, tiga pasien berasal dari wilayah kerja Puskesmas Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, dan dievakuasi menggunakan ambulans. Sementara satu pasien lainnya merupakan warga Situbondo yang sebelumnya menjalani perawatan di Puskesmas Wongsorejo dan melakukan rujukan secara mandiri ke daerah asalnya.

Amir menyebut proses pengalihan rujukan berjalan lancar karena seluruh pasien merupakan peserta BPJS Kesehatan. Dengan demikian, mereka tetap dapat memperoleh layanan medis di fasilitas kesehatan alternatif yang bekerja sama. “Para pasien adalah peserta BPJS, sehingga mereka bisa langsung ditangani oleh rumah sakit alternatif terdekat yang bekerja sama,” katanya.

Kemacetan di jalur Ketapang terjadi akibat lonjakan kendaraan logistik yang bertepatan dengan momentum libur sekolah, ditambah keterbatasan infrastruktur pendukung. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu arus kendaraan, tetapi juga mulai berdampak pada sektor pelayanan publik, termasuk akses kesehatan masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.