Ini Cara UB Kota Malang Memastikan UTBK 2026 Bebas Kecurangan

oleh -141 Dilihat
WhatsApp Image 2025 11 26 at 12.31.17
Kegiatan bincang santai bersama pakar UB di Universitas Brawijaya, Kota Malang. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co – Pihak Universitas Brawijaya (UB) Kota Malang memastikan akan memperketat sistem pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 guna menutup seluruh celah kecurangan. Terutama praktik joki berbasis kendali jarak jauh yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.

Direktur Direktorat Teknologi Informasi Universitas Brawijaya, Raden Arief Setiawan, menekankan bahwa hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) bukan penentu mutlak kelulusan, namun menjadi bahan pertimbangan seleksi. Fokus utama UB adalah memastikan proses seleksi berlangsung bersih, adil, dan tanpa kecurangan.

“Harapan kami proses seleksi UTBK 2026 benar-benar bersih. Hasil TKA memang dipertimbangkan, tetapi yang utama adalah integritas proses ujian,” tegas Arief dalam kegiatan bincang santai bersama pakar UB di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Rabu (26/11).

Arief menyebutkan, UB menerapkan sistem keamanan baru yang akan mulai digunakan pada UTBK 2026. Sistem ini dirancang untuk memastikan peserta tidak bisa menyisipkan perangkat lunak apa pun ke komputer ujian.

“Komputer nanti hanya boleh dinyalakan menggunakan flashdisk. Begitu flashdisk ditancapkan, langsung tersambung ke server pusat UB. Hard disk komputer dinonaktifkan total, sehingga tidak ada ruang penyisipan software atau injeksi sistem,” ungkapnya.

Langkah tersebut sekaligus memastikan komputer tidak dapat bekerja secara mandiri tanpa server. UB juga menyiapkan penambahan infrastruktur untuk mendukung sistem keamanan baru. Bahkan, Arief menegaskan, rasio server terhadap komputer akan dikurangi demi memastikan kinerja server tetap stabil selama ujian.

“Tahun lalu satu server menangani 250 PC. Tahun ini maksimal 200 PC per server. Dengan 1.600 PC yang saat ini sedang diperiksa ulang, kami memerlukan delapan server. Jadi penambahan server pasti dilakukan,” tuturnya.

Arief menekankan bahwa penguatan sistem ini bukan sebatas pembaruan teknologi, tetapi strategi langsung untuk menekan praktik joki. “Ini sistem safety untuk joki. Tahun lalu ada komputer yang diremote dari luar melalui software yang disisipkan sebelumnya. Jadi yang mengerjakan soal adalah orang di luar lokasi ujian,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa pada UTBK 2025, UB memergoki dua peserta melakukan kecurangan. Meski begitu, dalang atau joki eksternal belum teridentifikasi. “Peserta yang bersangkutan sudah kami tangkap dua orang. Tapi jokinya belum terlacak karena kemungkinan berada di luar dan tidak ikut ujian,” jelasnya.

Dengan mematikan hard disk, mengalihkan seluruh sistem ke server pusat melalui flashdisk, dan menambah infrastruktur server, UB memastikan tidak ada ruang bagi manipulasi sistem. “Dengan sistem baru ini, akses remote, injeksi software, dan segala bentuk kecurangan digital tidak lagi dimungkinkan. UTBK 2026 harus zero kecurangan,” tegas Arief. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.