Ironi Bupati Ponorogo: Pulang Rakor KPK, Malah Kena OTT Dugaan Suap Jabatan

oleh -30 Dilihat
Bupati Sugiri Langsung Gelar Rapat Besar Tindaklanjuti Rekomendasi KPK
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (kanan) (Foto IST)

KabarBaik.co– Ironi menimpa Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko alias Kang Giri. Jumat (7/11), dia digelandang KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan gratifikasi atau suap promosi jabatan. Padahal, belum genap dua pekan sebelumnya, ia mengikuti rakor pencegahan korupsi bersama KPK di Jakarta berama puluhan kepala daerah Jatim lainnya.

Dikutip dari laman resmi ponorogo.go.id, Kang Giri bahkan membawa pulang “PR” berupa catatan penting: pengelolaan pokok pikiran DPRD, penyaluran hibah, hingga optimalisasi e-katalog lokal. “Pencegahan memang penting. Kesalahan kecil bisa jadi lubang besar,” tegasnya saat acara Lomba Cipta Menu di Sasana Praja, Senin (27/10).

Usai rakor dengan KPK itu, ia langsung gelar rapat maraton dengan Sekda, Inspektorat, kepala dinas, hingga DPRD. “Kami duduk bersama agar tidak ada lagi keterlambatan usulan atau salah tanggal. Administrasi salah, bisa dianggap korupsi,” ujar bupati dua periode itu.

KPK sendiri memberikan penilaian transparan atas tata kelola keuangan Ponorogo—nomor urut 23 dalam agenda Korsup Jatim. Kang Giri mengaku bersyukur. “KPK bukan mengintip dari lubang jarum. Mereka lihat keseriusan kami entaskan kemiskinan dan hidupkan wisata,” katanya.

Namun, OTT itu seolah menampar semua janji itu. KPK belum merilis detail, tetapi sumber di lapangan menyebut penangkapan terkait jual-beli jabatan. “Ironis. Baru bicara akuntabilitas, langsung kena,” ujar warganet

Diketahui, Kang Giri belum setahun dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bupati periode kedua 2025-2030 pada 20 Februari lalu, di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan serentak dengan 961 kepala daerah hasil Pilkada 2024. Dia berpasangan dengan Lisdyarita, meraih 55,44 persen suara. Di antara janjinya adalah membangun monumen Reog serta museum peradaban untuk membangkitkan ekonomi Ponorogo.

Sayangnya, janji besar itu belum sempat terwujud 100 persen, Kang Giri sudah kena OTT oleh KPK. Bahkan, pria yang pernah menjadi anggota DPRD Jatim itu menjadi kepala daerah hasil Pilkada 2026 di Jatim yang pertama terjerat OTT KPK.

Hingga berita ini diturunkan, Kang Giri masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Lembaga Antirasuah otu punya walyi 1×24 jam.  (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi


No More Posts Available.

No more pages to load.