KabarBaik.co – Ribuan warga dari dua kecamatan, Pujon dan Ngantang, mengarak bendera merah putih sepanjang 77 meter dengan berjalan kaki, Sabtu (17/8). Antara dua kecamatan itu terpisah jarak sejauh 21 kilometer dengan berbelok-belok medan pegunungan.
Jelas saja cara memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 seperti itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar. Bendera merah putih diarak mulai dari Monumen Garis Status Quo atau Monumen AP III Katjoeng Permadi di Kecamatan Pujon pada pukul 08.00 pagi hingga Monumen Palagan Mendalan atau Sudiarto di Kecamatan Ngantang.
Setidaknya butuh waktu sekitar 3 jam lebih berjalan kaki antara dua lokasi tersebut. Ribuan pengarak Pujon-Ngantang yang terdiri dari unsur pelajar, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, hingga pencinta alam, tetap semangat mengarak bendera kebanggaan Republik Indonesia.
“Ini bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan yang gugur di medan juang, termasuk di wilayah Pujon hingga Ngantang,” kata ketua pelaksana, Eko Prasetyo Budi.
Menurutnya, daerah yang dilalui memiliki kisah sejarah yang panjang dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, kirab bendera ini juga sebagai napak tilas perjuangan para pahlawan, terutama arek-arek Pujon-Ngantang yang gugur di medan perang.
”Secara teknis, kirab bendera ini dilakukan secara estafet per 2 kilometer, gantian tiap sekolah. Nanti bendera akan kami bentangkan di Monumen Sudiarto,” jelas Eko.
Dia berharap kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-79 ini dapat menumbuhkan semangat dan cinta tanah air, khususnya terhadap generasi muda agar tidak lupa terhadap sejarahnya sendiri. (*)






