JFC Edisi ke-24: Lebih dari Sekadar Karnaval, Jadi Motor Penggerak Ekonomi Jember

oleh -102 Dilihat
Bupati Jember Muhammad Fawait usai menghadiri JFC 2026 Red Carpet. (Foto: Aji)
Bupati Jember Muhammad Fawait usai menghadiri JFC 2026 Red Carpet. (Foto: Aji)

KabarBaik.co, Jember – Penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 tahun 2026 tak sekadar menjadi ajang unjuk kebolehan busana berkelas dunia. Pesta budaya tahunan ini terbukti menjadi stimulus utama pertumbuhan ekonomi warga lokal sekaligus wadah pengasahan bakat industri kreatif anak muda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menegaskan komitmennya untuk terus menyokong ajang internasional ini. Bupati Jember Muhammad Fawait, menyatakan bahwa JFC memegang peranan vital dalam memutar roda perekonomian serta mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait usai menghadiri acara JFC Red Carpet di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (24/7) malam.

Menurutnya, Jember memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh penting di panggung politik hingga kebudayaan nasional, dan JFC menjadi salah satu wadah utama pendorong potensi tersebut.

“Dukungan penuh Pemkab Jember berlandaskan pada dampak nyata JFC terhadap perekonomian rakyat, khususnya para pelaku usaha kecil dan sektor informal,” ujar Gus Fawait, sapaan akrabnya.

Dampak ekonomi dari gelaran bergengsi ini sangat terasa di lapangan. Okupansi hotel di seluruh penjuru Jember melonjak tajam hingga penuh. Selain bisnis penginapan, pedagang kaki lima (PKL) serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut memanen lonjakan omzet harian.

Oleh karena itu, Pemkab Jember berkomitmen agar setiap agenda seni dan budaya tidak hanya menjadi tontonan hiburan semata, melainkan wajib memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat.

Upaya ini beriringan dengan catatan positif penurunan angka kemiskinan di Jember. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 8.000 warga Jember berhasil mentas dari garis kemiskinan.

Gus Fawait menargetkan akselerasi yang lebih masif, dengan ambisi menekan populasi miskin absolut hingga di bawah angka 200.000 jiwa sebuah capaian yang belum pernah tersentuh dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

Optimisme Pemkab Jember kian terpacu setelah capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil menembus angka Rp1 triliun pada 2025. Tren positif ini disokong oleh laju pertumbuhan ekonomi triwulan pertama yang mencatatkan performa terbaik di kawasan Tapal Kuda.

Menyikapi tren baik tersebut, Pemkab Jember kini menerapkan standar ketat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap OPD diwajibkan melakukan kalkulasi matang sebelum meluncurkan program kerja, guna memastikan setiap mata anggaran berimbas langsung pada peningkatan taraf hidup warga.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.