KabarBaik.co – Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember terus berinovasi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api. Kali ini, KAI melakukan penggantian bantalan rel kereta api yang sebelumnya menggunakan bantalan kayu menjadi bantalan sintetis.
Hal itu sebagai wujud memberikan kenyamanan kepada para penumpang sekaligus mendukung keberlangsungan serta pelestarian lingkungan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, bahwa selama ini KAI Daop 9 Jember memakai tiga jenis bantalan rel, yaitu bantalan kayu, bantalan besi dan bantalan beton.
Bantalan beton digunakan pada mayoritas jalur di wilayah Daop 9 Jember, sedangkan untuk bantalan besi digunakan pada jalur simpan, serta bantalan kayu yang masih digunakan pada jembatan dan perangkat pemindah jalur atau wesel.
“Tahun 2024, KAI Daop 9 Jember mendatangkan 1.654 batang bantalan rel sintetis guna menggantikan bantalan kayu yang selama ini masih banyak digunakan pada jembatan-jembatan kereta api,” ujar Cahyo, Rabu (23/10).
Cahyo menerangkan, bantalan sintetis sendiri merupakan teknologi yang sudah dikembangkan dan diterapkan di perkeretaapian Jepang sejak tahun 1980.
Dipilihnya bantalan sintetis menggantikan bantalan kayu karena memiliki beberapa kelebihan, diantaranya kemampuan peredaman yang sama seperti bantalan kayu, tetapi tahan terhadap semua bahan kimia seperti oli dan solar, perawatan mudah dengan biaya lebih rendah, memiliki usia pakai lebih dari 50 tahun serta dapat di daur ulang.
“Selama ini pada jembatan kereta api yang menggunakan rangka baja, KAI masih menggunakan bantalan kayu untuk meredam getaran dan kebisingan pada saat dilalui kereta api. Secara bertahap bantalan kayu akan digantikan dengan bantalan sintetis,” terangnya.
Tak hanya itu, lanjut Cahyo, batalan itu juga memiliki fungsi yang sangat vital dalam menunjang keselamatan perjalanan kereta api. Fungsi bantalan rel diantaranya adalah untuk menjaga lebar rel tidak berubah, meredam getaran dan suara, menjaga keseimbangan serta membagi beban kereta api ke tanah sehingga tidak menimbulkan kerusakan tanah.
“Sejak pertengahan 2022 hingga Oktober 2024, di wilayah Daop 9 Jember terdapat 44 jembatan kereta api yang sudah dilakukan penggantian dengan total bantalan sintetis yang digunakan sebanyak 2.512 batang,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan penggunaan bantalan sintetis sebagai pengganti bantalan kayu, selain untuk keselamatan yang lebih baik, juga menambah kenyamanan para penumpang karena kebisingan saat melalui jembatan juga akan berkurang.
“Penggunaan bantalan sintetis merupakan komitmen KAI Daop 9 Jember untuk turut mendukung keberlangsungan dan pelestarian alam. Semakin banyak bantalan sintetis yang dipakai, semakin banyak batang pohon yang diselamatkan dari penebangan,” pungkasnya. (*)







