Kasus Dugaan Penipuan Titik Dapur MBG di Lombok Timur Naik Penyidikan, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

oleh -76 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 29 at 15.35.09
Dari kiri ke kanan, Plt Irwasda Polda NTB Kombes Pol. Sigit Hariwibowo, Sekretaris BGN Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Irjen Pol. (P) Sony Sanjaya, Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid, Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, serta jajaran penyidik dalam jumpa pers. (Foto: Arief Rahman)

KabarBaik.co, Mataram – Kepolisian Resor Lombok Timur meningkatkan penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan terkait penawaran titik lokasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke tahap penyidikan. Terduga pelaku berinisial S kini tengah diproses untuk penetapan tersangka.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana saat konferensi pers di Polda Nusa Tenggara Barat. “Terduga berinisial S sudah dalam tahap penyelidikan dan pada hari ini ditingkatkan menjadi penyidikan yang selanjutnya akan dilakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka,” ujar Kapolres.

Dalam kasus ini, pelaku diduga menawarkan titik lokasi dapur MBG kepada korban dengan janji pembangunan gedung hingga siap beroperasi. “Terduga S ini menjanjikan memberikan titik lokasi bangunan dan membangunkan gedung MBG sampai siap operasional,” jelasnya.

Menurut Kapolres, bangunan yang dijanjikan memang telah berdiri, namun hingga kini belum beroperasi sebagaimana yang dijanjikan kepada korban. Akibat dugaan penipuan tersebut, korban disebut mengalami kerugian mencapai Rp 950 juta. “Pada pengaduan yang pertama kami tangani korban melaporkan kerugian yang cukup besar,” ungkap AKBP I Komang Sarjana.

Pihak kepolisian menyatakan akan kembali mempublikasikan perkembangan perkara secara lebih rinci setelah penetapan tersangka dilakukan. Terduga pelaku dijerat dengan pasal penipuan dan penggelapan.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sanjaya menegaskan bahwa seluruh proses registrasi dapur MBG dilakukan secara daring dan tidak melalui pertemuan langsung dengan pejabat BGN. “Pendaftaran dilakukan secara online dan verifikasi juga secara online,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pola dugaan penipuan serupa tidak hanya terjadi di Lombok Timur, tetapi juga ditemukan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Sejumlah korban bahkan datang langsung ke Badan Gizi Nasional dan mengaku menjadi korban, baik atas nama yayasan maupun perorangan. “Hasil penelusuran tidak menemukan keterlibatan pejabat maupun pegawai BGN,” tegasnya.

Menurut Sony, modus yang digunakan terlapor di Lombok Timur identik dengan pola yang terjadi di daerah lain, yakni memanfaatkan minimnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme program MBG. “Terduga yang sudah menjadi terlapor di Polres Lombok Timur melakukan modus yang sama dengan yang terjadi di daerah lain,” katanya.

BGN juga mengingatkan masyarakat bahwa seluruh proses verifikasi program MBG, baik untuk SPPG aglomerasi maupun SPPG terpencil, tidak dipungut biaya sama sekali. “Tidak dipungut biaya sama sekali karena semua prosesnya dilakukan secara online,” tandasnya.

Ia menjelaskan, pengecekan lapangan baru dilakukan pada tahap akhir proses verifikasi. Namun dalam praktiknya, banyak pihak diduga memanfaatkan nama pejabat atau kedekatan dengan BGN untuk menawarkan bantuan memperoleh titik dapur MBG.

“Jadi ID sudah dipegang oleh pelaku dan ditawarkan kepada pihak-pihak dengan mengatakan siap membantu padahal sudah mendapatkan titik,” ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.