KabarBaik.co – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan menanggapi kasus ikan mati di keramba danau Ranu Grati, Kecamatan Grati. Kondisi tersebut akibat fenomena alam dengan sebutan upweling atau yang dikenal dengan istilah salon. Upweling merupakan fenomena alam akibat dari munculnya kandungan air yang menyebabkan ikan keracunan.
Kepala DKP3 Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah mengungkapkan, kematian ikan nila dan tombro di keramba karena mengalami keracunan alami akibat kandungan dalam air berupa belerang, amoniak, serta menipisnya kadar oksigen.
“Istilahnya sedang dilanda upwelling, kandungan zat yang di kedalaman naik ke atas sehingga ikan keracunan. Itu karena cuaca ekstrem, angin kencang dan air danau lebih dingin,” kata Alfiyah.
Meski mengakibatkan kematian ikan secara mendadak, Alfiyah memperkirakan kondisi tersebut tidak akan berlangsung lama jika cuaca sudah kembali normal. “Dan kondisi upwelling tersebut tidak merata di semua kawasan ranu atau danau, hanya di titik tertentu saja,” terangnya.
Dari hasil pemantauan, keramba yang terdampak upwelling hanya di Desa Ranuklindungan. Sedangkan di Desa Parasan dan Sumber Dawesari masih aman. “Kebetulan fenomena upwelling atau sapon ini melanda Ranu di sisi Desa Ranu Kelindungan,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah petani keramba yang melihat banyaknya ikan mati mulai membuang untuk menghindari semakin meluas ke ikan-ikan lain. “Untuk ikan-ikan yang mati dibuang atau ada orang luar yang mengambilnya. Ini tidak layak dijual atau dikonsumsi,” ujar Ora Kusdiati Ningsi, salah seorang pembudidaya ikan nila. (*)








