KabarBaik.co, Jombang – Kebiasaan unik dimiliki Ali Imron, 54, warga Desa Mojongapit, Jombang. Pria yang bekerja serabutan dan sesekali menjadi tukang ojek pangkalan itu mengaku tak bisa makan tanpa kelapa sejak usia 3 tahun.
Bagi Imron, kelapa bukan sekadar pelengkap makanan. Buah tersebut sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Bahkan, ia mengaku tidak bisa menelan nasi maupun makanan lain jika tidak disertai kelapa.
“Kalau tidak ada kelapa ya tidak bisa makan, karena tidak bisa masuk,” kata Imron, Sabtu (16/5).
Imron mengaku sempat mencoba makan tanpa kelapa. Namun, usaha itu selalu gagal karena makanan terasa sulit ditelan.
“Pernah nyoba makan tanpa kelapa, hasilnya ya makanan tidak bisa ditelan,” ujarnya.
Kebiasaan itu terus bertahan hingga kini, meski usianya sudah lebih dari setengah abad. Ayah dua anak tersebut bahkan mengklaim mampu bertahan tanpa nasi selama satu bulan, asalkan tetap ada kelapa untuk dikonsumsi.
Menurut Imron, selama puluhan tahun menjalani pola makan seperti itu, dirinya tidak pernah mengalami gangguan kesehatan serius. Ia merasa tubuhnya tetap sehat dan bugar.
“Kalau masuk angin, cukup makan kelapa, sudah sembuh,” ungkapnya.
Hal itu juga dibenarkan istrinya, Lestari, 52. Ia mengatakan suaminya jarang sakit meski memiliki kebiasaan makan yang tak biasa.
“Paling cuma pusing atau badan lemas biasa,” kata Lestari.
Lestari mengaku harus selalu memastikan stok kelapa tersedia di rumah. Sebab, jika tidak ada kelapa, suaminya memilih tidak makan sama sekali.
“Kalau tidak ada kelapa, ya tidak makan. Saya pernah mencoba memberi nasi tanpa kelapa, tapi ya tidak dimakan,” ujarnya.
Dalam sehari, Imron disebut menghabiskan sekitar setengah butir kelapa. Cara makannya pun beragam, mulai diparut hingga langsung digigit bersamaan dengan nasi.
Kebiasaan unik tersebut ternyata tidak diwarisi anak maupun cucunya. Meski begitu, Lestari mengaku sudah terbiasa karena mengetahui kebiasaan itu sejak masih pacaran.
“Enggak ada anak-anak yang seperti itu,” pungkasnya. (*)







