KabarBaik.co, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya menyampaikan kinerja industri kreatif Indonesia menunjukkan hasil yang positif pada triwulan I 2026. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja pembahasan Laporan Kinerja dan Serapan Anggaran Semester I bersama Komisi VII DPR RI di Senayan, Jakarta.
Capaian tersebut tercermin dari realisasi investasi sektor ekonomi kreatif yang mencapai Rp 61,33 triliun atau 47 persen dari target tahun 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 43,3 triliun.
Selain investasi, kinerja positif juga terlihat dari nilai ekspor ekonomi kreatif pada triwulan I 2026 yang mencapai USD 7,38 miliar atau 27 persen dari target tahunan. Kontribusi terbesar berasal dari subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.
“Nilai ekspor sejak Januari, Februari, hingga Maret menunjukan tren peningkatan. Dari sisi kontribusi perekonomian nasional, ekspor ekraf memberikan andil sebesar 11,8 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia pada Maret 2026,” bebernya.
Teuku Riefky juga menyampaikan keberhasilan Kementerian Ekraf melalui kebijakan insentif pajak royalti penulis, penguatan akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual (KI) dan pengembangan program Ekraf Hub.
Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan bahwa peningkatan ekonomi kreatif mampu mendokrak sektor ekonomi lainnya. Dirinya meyakini hal ini akan terus berkembang, terlebih Indonesia memiliki talenta muda dengan potensi kreatifitas yang dapat dikembangkan.
Dalam rapat kerja ini, Menteri Ekraf didampingi Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar; Sekretaris Kementerian Ekraf, Dessy Ruhati serta jajaran di Kementerian Ekraf.















