Ketua KNPI Jombang: Mahasiswa Harus Jadi Mitra Kritis Pemerintah dan Adaptif di Era AI

oleh -133 Dilihat
IMG 20260302 WA0038
Rohmadi saat memberikan pemaparan di Forum Talk Show. (Foto: Istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Dinamika demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional, menuntut keterlibatan aktif generasi muda, khususnya mahasiswa. Hal itu disampaikan Ketua DPD KNPI Jombang, Rohmadi, dalam forum talk show bertema “Penguatan Peran Mahasiswa dalam Demokrasi dan Sistem Ketatanegaraan” di Aula Bung Tomo Pemkab Jombang.

Kegiatan yang digelar Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Kabupaten Jombang (IKABEMJO) itu menghadirkan tiga pembicara, yakni Rohmadi, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, serta Presidium Nasional BEM PTNU se-Nusantara A. Baha’ur Rifqi. Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jombang tampak memenuhi ruangan.

Dalam pemaparannya, Rohmadi menegaskan mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. “Mahasiswa adalah penjaga nurani publik. Perannya bukan sekadar demonstrasi, tetapi memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai kepentingan rakyat,” ujar Rohmadi dalam keterangannya, Senin (2/3).

Menurut dia, sikap kritis mahasiswa harus dibangun di atas landasan ilmiah dan intelektual. Penyampaian aspirasi, kata dia, semestinya berbasis data, riset, dan argumentasi yang kuat. “Gerakan mahasiswa harus rasional, bukan emosional. Kritik harus disampaikan dengan kajian akademik, bukan sekadar ikut arus,” katanya.

Mantan aktivis PMII Jombang itu juga menyoroti pentingnya implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai mahasiswa tak cukup hanya aktif di ruang kelas atau forum diskusi internal kampus.

Mahasiswa, lanjut dia, perlu turun langsung mengidentifikasi persoalan masyarakat dan menghadirkan solusi berbasis penelitian. “Tri Dharma itu bukan slogan. Pendidikan membentuk nalar kritis, penelitian melahirkan solusi, dan pengabdian memastikan ilmu itu dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Rohmadi mendorong mahasiswa di Kabupaten Jombang memperbanyak riset kecil terkait kebijakan daerah, mulai dari isu pendidikan, pengangguran, UMKM, hingga tata kelola pemerintahan desa.

Selain itu, ia juga menyinggung pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, mahasiswa tidak boleh gagap teknologi. “Era sekarang adalah era percepatan informasi. Mahasiswa harus adaptif dengan AI dan teknologi digital. Gunakan untuk memperkuat argumen, bukan untuk menyebarkan hoaks,” katanya.

Ia turut mengingatkan bahaya fenomena fear of missing out (FOMO) terhadap isu-isu nasional yang viral di media sosial. Mahasiswa, menurut dia, kerap terjebak dalam perdebatan nasional tanpa memahami konteks lokal. “Jangan FOMO. Isu nasional penting, tapi kebijakan daerah juga harus diawasi. Bahkan itu lebih dekat dan bisa langsung disampaikan kepada kepala daerah,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Rohmadi mengajak mahasiswa lebih kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah di Jombang. Ia menyebut ruang dialog dengan kepala daerah terbuka dan bisa dimanfaatkan secara konstruktif. “Kalau ada kebijakan yang perlu dikritisi, sampaikan dengan kajian akademik. Temui kepala daerah, ajukan solusi. Mahasiswa harus menjadi mitra kritis pemerintah,” tuturnya.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan seputar strategi advokasi kebijakan, etika gerakan mahasiswa, hingga tantangan demokrasi di era digital. Kegiatan itu ditutup dengan buka puasa bersama.

Di akhir sesi, Rohmadi menegaskan masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada kualitas intelektual dan integritas generasi mudanya. “Kalau mahasiswa kuat secara nalar, moral, dan teknologi, maka demokrasi kita juga akan kuat. Jangan pernah berhenti belajar, meneliti, dan mengabdi,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.