KHI 2025 Dorong Generasi Muda Humas Jadi Penggerak Komunikasi Indonesia di Panggung Global

oleh -164 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 14 at 13.20.39
Sekretaris Jenderal Perhumas, Benny Siga Butarbutar. (Foto: Dani)

KabarBaik.co – Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) sukses menggelar Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2025 selama dua hari, 13–14 Desember 2025, di Hotel Bumi Surabaya. Pada hari kedua pelaksanaan konvensi, perhatian tertuju pada peran strategis generasi muda humas yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan (game changer) dalam lanskap komunikasi nasional hingga global.

Mengusung tema “Inovasi Bersama untuk Indonesia Berdaya Saing Global”, KHI 2025 menjadi ruang konsolidasi bagi insan humas untuk menyelaraskan standar profesional kehumasan Indonesia dengan praktik dan standar internasional. Forum ini sekaligus menegaskan posisi Perhumas sebagai anggota aktif Global Alliance for Public Relations and Communication Management.

Sekretaris Jenderal Perhumas, Benny Siga Butarbutar, menegaskan bahwa tantangan dunia kehumasan saat ini tidak lagi berhenti pada isu lokal atau nasional. Arus informasi global yang terbuka menuntut humas memiliki kapasitas, perspektif, dan sensitivitas yang lebih luas.

“Indonesia adalah bagian dari dunia yang sangat terbuka. Kapasitas generasi muda sebenarnya sudah ada, tetapi skalanya perlu diperluas. Wawasannya harus ditingkatkan agar mampu bergerak dan berkontribusi di level global,” ujar Benny, Minggu (14/12).

Ia menilai, ke depan peran humas harus semakin kuat dalam strategic planning, termasuk dalam merancang dan menyeleksi kampanye komunikasi yang relevan dengan isu-isu global, mulai dari lingkungan, sosial, hingga dinamika geopolitik.

“Humas tidak lagi sekadar menjadi corong informasi. Ia harus menjadi pembuka wawasan, penerjemah realitas, sekaligus penghubung berbagai kepentingan publik,” tegasnya.

Benny juga menyoroti pergeseran dunia komunikasi yang kini lebih banyak berada di ranah persepsi dan keyakinan publik, bukan semata-mata pada fakta. Kondisi tersebut menuntut humas memiliki empati yang kuat serta kemampuan verifikasi yang mendalam.

“Sensitivitas publik sekarang sangat tinggi. Menyampaikan data saja tidak cukup. Humas harus memahami mengapa di balik sikap publik, lalu membangun kepercayaan melalui empati,” jelasnya.

Dalam konteks ini, ia menilai beban peran humas dan jurnalis kian berat. Keduanya tidak hanya dituntut menyampaikan kebenaran, tetapi juga bertanggung jawab menerjemahkan informasi agar masyarakat semakin sadar dan memahami arah perjalanan bangsa.

Lebih lanjut, Benny menekankan tiga bekal utama yang harus dimiliki generasi muda humas, yakni wawasan, kemampuan intelektual, dan pengalaman sosial.

Wawasan dibentuk melalui pergaulan yang luas, kebiasaan membaca, serta keterbukaan terhadap beragam perspektif. Sementara pengalaman—termasuk perjalanan dan interaksi lintas budaya—akan membantu humas menemukan gaya komunikasi yang tepat dengan publik. “Dari proses itu, mereka akan menemukan style komunikasi yang otentik dan bermakna,” katanya.

Ia juga menyinggung peran influencer yang dinilainya sejalan dengan fungsi kehumasan. Influencer yang memiliki kepedulian sosial, menurut Benny, dapat menjadi fasilitator penting dalam membangun dan menggerakkan modal sosial bangsa.

“Ketika seorang influencer menggunakan pengaruhnya untuk isu kemanusiaan atau lingkungan, di situlah makna komunikasi hadir. Peran humas seperti inilah yang justru sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Melalui KHI 2025, Perhumas berharap lahir generasi muda humas yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan kemampuan memengaruhi secara positif—menjadikan komunikasi sebagai kekuatan strategis Indonesia di panggung global. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.