KabarBaik.co – Seorang maling ternak berinisial AM tewas setelah ditembak polisi. AM tewas saat menyerang polisi menggunakan parang dalam upaya penangkapannya di Bangkalan, Jumat (12/12) malam hingga Sabtu (13/12) dini hari.
Pengungkapan kasus tersebut berlangsung sejak Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Sabtu dini hari. Tim kepolisian yang berjumlah sekitar sembilan personel diterjunkan ke Kecamatan Burneh, tepatnya di wilayah Kapor.
Dalam operasi tersebut, petugas membuntuti tiga terduga pelaku pencurian hewan ternak yang menggunakan kendaraan jenis carry.
Polisi terus mengikuti pergerakan para pelaku hingga melakukan penyergapan. Satu pelaku berinisial S yang mengetahui kehadiran polisi berhasil melarikan diri.
Sementara dua pelaku lainnya, yakni Z dan AM, berhasil disergap dan hendak diamankan oleh petugas di lokasi kejadian.
Saat proses penangkapan, AM yang ternyata seorang residivis dalam kasus sama berusaha kabur ke sebuah gang buntu. Di lokasi itu, pelaku tiba-tiba mengeluarkan dua senjata tajam jenis parang dari balik bajunya dan melakukan perlawanan.
“Pelaku menyerang petugas sehingga dua anggota kami mengalami luka di bagian perut kanan dan pinggang kiri akibat senjata tajam,” jelas Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, Minggu (14/12).
Hendro menambahkan petugas telah memberikan tembakan peringatan sebelum mengambil tindakan tegas terukur. Namun, pelaku tetap mengacungkan parang dan membahayakan keselamatan anggota.
“Kondisi tersebut memaksa anggota melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan pelaku di bagian kaki,” tegasnya.
Pelaku kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nyawanya tidak tertolong. Sementara satu pelaku lain berinisial Z diamankan dan pelaku S masih dalam pengejaran polisi. (*)






