Kisah Bung Karno dan Broz Tito Menggema di Nganjuk, Kang Marhaen: Pancasila Adalah Way of Life

oleh -108 Dilihat
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di GOR Bung Karno
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di GOR Bung Karno

KabarBaik.co, Nganjuk – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6) di GOR Bung Karno, Nganjuk.

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Pondasi Perdamaian Dunia”, momen peringatan ke-81 ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat ideologi bangsa.

“Kita patut meneruskan bagaimana Pancasila sebagai pemersatu, Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum, dan menjadi pandangan hidup kita,” seru Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat memberikan amanat.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, hingga ratusan pelajar dan mahasiswa.

Dalam pidatonya, pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti ampuh menjadi lem perekat yang menyatukan keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia.

“Jawaban beliau (Bung Karno) sederhana. Saya kalau meninggal tidak perlu khawatir karena apa? Saya sudah ninggal yang namanya Pancasila. Way of Life untuk negara Indonesia,” kata Kang Marhaen menceritakan obrolan legendaris antara Bung Karno dan Presiden Yugoslavia, Broz Tito.

Kisah itu terjadi pada Konferensi Non-Blok di Yugoslavia tahun 1961. Saat itu, Broz Tito dengan bangga menyebut tidak khawatir akan masa depan negaranya karena memiliki militer yang kuat dan modern.

Namun, Bung Karno justru membalasnya dengan keyakinan bahwa warisan ideologi jauh lebih abadi daripada kekuatan militer, sebuah prediksi yang terbukti sejarah, di mana Yugoslavia kini telah pecah, sementara Indonesia tetap kokoh berdiri.

“Cerita ini menjadi bukti nyata bagaimana keyakinan mendalam para pendiri bangsa mengenai Pancasila sebagai dasar negara yang mempersatukan keberagaman,” tambah Kang Marhaen.

Bupati Nganjuk mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda yang hadir, untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, melainkan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan bahwa Pancasila harus terus diperjuangkan dan diamalkan sebagai pedoman hidup demi menjaga keutuhan NKRI di masa depan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.