KabarBaik.co, Sidoarjo– Komitmen BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo dalam melindungi pekerja terus menunjukkan hasil nyata. Sepanjang 2022 hingga 2025, total pembayaran manfaat klaim mencapai Rp 2,258 triliun dari 204.182 kasus.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Arie Fianto Sofiyan menyebut capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat.
“Besarnya nilai klaim ini menunjukkan kepercayaan peserta yang semakin tinggi, sekaligus bukti hadirnya negara dalam memberikan perlindungan bagi pekerja,” ujarnya, Kamis (23/4).
Distribusi klaim didominasi Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar Rp 1,804 triliun dari 89.062 kasus. Disusul Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Rp 255,4 miliar (51.450 kasus) dan Jaminan Kematian (JKM) Rp 117,4 miliar (5.028 kasus).
Selanjutnya, Jaminan Pensiun (JP) tercatat Rp 63,95 miliar dari 61.834 kasus, sementara Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) sebesar Rp 16,8 miliar dari 6.808 kasus. Selain itu, beasiswa pendidikan mencapai Rp 29,8 miliar untuk 6.345 anak peserta.
Memasuki 2026, tren perlindungan tetap terjaga. Pada Triwulan I, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo telah membayarkan Rp261,16 miliar untuk 14.049 kasus.
Program JHT masih menjadi penyaluran terbesar dengan Rp227,5 miliar, diikuti JKK sebesar Rp 21,4 miliar. Manfaat beasiswa anak pada awal tahun ini juga mencapai Rp 6,66 miliar untuk berbagai jenjang pendidikan.
Capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) per 21 April 2026 berada di angka 48,52 persen atau 489.224 peserta aktif. Sidoarjo bahkan menempati peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur.
Meski demikian, peningkatan kepesertaan tetap menjadi fokus, khususnya bagi peserta mandiri atau Bukan Penerima Upah (BPU). Saat ini terdapat 114.733 peserta BPU yang didorong untuk tetap aktif.
“Kami terus mendorong peserta mandiri agar disiplin membayar iuran, sehingga perlindungan mereka tidak terputus,” jelas Arie kepada awak media, kamis (23/5).
Pemerintah melalui PP 50 memberikan diskon hingga 50 persen dari JKK 10.000 menjadi 5.000 sedangkan JKM 6.800 menjadi 3.400
Di sisi layanan, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan seluruh proses klaim tidak dipungut biaya, termasuk pencairan 100 persen saldo JHT.
“Jangan gunakan jasa calo atau pihak ketiga. Semua layanan kami gratis dan kami menjamin transparansi serta keamanan data peserta,” tegasnya.
Masyarakat diimbau memanfaatkan kanal resmi seperti aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) maupun portal Lapak Asik untuk kemudahan layanan.
Data per April 2026 mencatat total 489.224 peserta aktif, terdiri dari 358.910 Penerima Upah (PU), 87.776 BPU, dan 68.437 peserta jasa konstruksi. Target UCJ 2026 sebesar 41,34 persen pun telah terlampaui. (*)







