KabarBaik.co – Gelaran Liga Futsal antar pelajar di GOR Utama Bojonegoro pada pertandingan babak delapan besar yang mempertemukan SMKN 2 Bojonegoro dengan MAN 1 Bojonegoro diwarnai insiden keributan. Pertandingan sempat terhenti karena adanya gesekan antara suporter serta pemain yang terbawa suasana permainan.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat aksi saling dorong baik di lapangan maupun di tribun penonton. Meski begitu, situasi dengan cepat dapat dikendalikan oleh petugas keamanan dan panitia, sehingga pertandingan kembali dilanjutkan hingga selesai.
Kapolsek Dander, Iptu Warsito, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia memastikan kondisi segera terkendali dan keseluruhan rangkaian pertandingan kembali berjalan aman. “Antar suporter sempat ribut sebentar, namun sudah kondusif. Saat ini pertandingan terakhir berjalan aman,” ujarnya, Minggu (11/1).
Menurut Warsito, penyebab pasti kericuhan masih dalam penelusuran. Namun respons cepat panitia dan petugas pengamanan membuat situasi tidak meluas.
Ketua Pelaksana Bojonegoro Futsal League (BFL), Anggoro Kurnia, menyebut kejadian itu merupakan kesalahpahaman kecil yang dipengaruhi tingginya tensi pertandingan babak delapan besar. “Sebenarnya hanya masalah kecil saja, tidak ada keributan. Tensi permainan sedang tinggi, jadi berpengaruh ke penonton, suporter, dan pemain. Tapi sudah langsung dipisah oleh polisi dan panitia,” jelasnya.
Panitia dan aparat keamanan mengimbau seluruh pemain dan suporter untuk terus menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga ketertiban. Harapannya, ajang olahraga pelajar di Bojonegoro dapat berlangsung aman, nyaman, dan menjadi ruang pembinaan generasi muda yang berprestasi. (*)







