Legenda Grojogan Roro Kuning, Kisah Putri Cantik dan Air Terjun Penyembuh

oleh -577 Dilihat
Keindahan Grojogan Roro Kuning yang menyimpan kisah legenda masa lalu. (Ist)
Keindahan Grojogan Roro Kuning yang menyimpan kisah legenda masa lalu. (Ist)

KabarBaik.co, Nganjuk – Berada di kawasan Bajulan, Loceret Nganjuk tepat di kaki Gunung Wilis, terdapat sebuah air terjun indah bernama Grojogan Roro Kuning sekarang bernama wisata air merambat Roro kuning. Tempat ini bukan hanya menawarkan keindahan alam, melainkan juga menyimpan kisah legenda yang kental akan nilai spiritual dan sejarah.

Jaman biyen, ana sawijining kraton karan Kahuripan kang dipimpin dening raja Airlangga. Raja Airlangga kagungan putra telu cacahé, ya kuwi; Sanggramawijaya Tunggadewi, Grasakan lan Jitendra.

(Pada zaman dahulu, ada sebuah kerajaan bernama Kahuripan yang dipimpin oleh Raja Airlangga. Raja Airlangga memiliki tiga orang anak, yaitu Sanggramawijaya Tunggadewi, Grasakan, dan Jitendra.)

Demikian bunyi cerita yang turun-temurun seperti dikutip Sukadi, sejarawan Nganjuk yang juga aktif di Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kota Sejuk), Senin (27/4).

Cerita bermula ketika Raja Airlangga menyerahkan tahta kepada putrinya. Namun, putri tersebut justru memilih meninggalkan kemewahan istana untuk bertapa dan dikenal sebagai Dewi Kili Suci. Kerajaan pun akhirnya terpecah menjadi dua, yaitu Jenggala dan Panjalu.

Sawijining dina, Dewi Kili Suci katon susah, jalanan duwe lara sing aneh. Awak sakojor ambune amis. Mula, ora ana kanca-kancane sing gelem ngancani.

(Suatu hari, Dewi Kili Suci tampak sedih dan menderita penyakit aneh. Seluruh tubuhnya mengeluarkan bau amis. Oleh karena itu, tidak ada teman-temannya yang mau mendekat atau menemaninya.)

Merasa menderita penyakit aneh tersebut, Dewi Kili Suci pun pergi bertapa ke kawasan Gunung Wilis. Di sana ia bertemu dengan Resi Darmo yang kemudian menyarankannya untuk bertapa dan berendam di tujuh air terjun selama satu bulan penuh guna memohon kesembuhan.

Sang Dewi kudu gelem mertapa kungkum ana sak ngisore pitung grojogan, sesasi lawase, nyuwun sihing Gusti, supaya enggal dhandang.

(Sang Dewi harus bersedia bertapa dan berendam di bawah ketujuh air terjun tersebut selama satu bulan penuh, memohon rahmat kepada Tuhan, agar penyakitnya segera sembuh.)

Setelah menjalani tapa kungkum selama sebulan, saat berada di air terjun ketujuh, keajaiban pun terjadi. Warga desa melihat sosok putri cantik, berkulit kuning bersinar dan berambut panjang sedang mandi. Keindahan dan keanehan kejadian itu membuat warga menjadi geger dan takjub.

Sejak saat itu, air terjun tersebut dikenal dengan nama Grojogan Roro Kuning. Legenda ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh mudah menyerah pada keadaan dan harus berjuang serta berdoa agar segala cita-cita dapat tercapai.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.