KabarBaik.co, Sidoarjo – Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Rutan Kelas I Surabaya (Medaeng), Senin (27/4), dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ajang refleksi bagi jajaran pemasyarakatan Jawa Timur dalam memperkuat komitmen pembinaan yang lebih humanis dan berdampak luas.
Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur tersebut dipusatkan dalam bentuk tasyakuran sebagai puncak rangkaian peringatan, sekaligus diisi dengan aksi sosial bagi keluarga warga binaan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono yang diwakili Kepala Lapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar, menjelaskan bahwa peringatan HBP menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai pengabdian serta menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat.
“Ya, terima kasih. Hari ini kami melaksanakan puncak kegiatan berupa tasyakuran sebagai bagian dari peringatan HBP ke-62,” ujarnya.
Dalam peringatan tersebut, Ditjenpas Jawa Timur menyalurkan bantuan berupa 42 gerobak usaha kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi.
“Bantuan gerobak ini kami harapkan bisa dimanfaatkan keluarga warga binaan untuk tetap berusaha dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada 12 petugas dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Jawa Timur yang dinilai berjasa dalam penggagalan peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi petugas dalam menjaga keamanan serta menggagalkan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan,” tegasnya.
Para petugas tersebut berasal dari sejumlah lapas dan rutan, termasuk Lapas Blitar, yang dinilai berkontribusi dalam menjaga keamanan dan integritas lembaga.
Melalui peringatan HBP ke-62 ini, Ditjenpas Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun sistem pemasyarakatan yang humanis, berorientasi pada pembinaan, serta memperhatikan kesejahteraan keluarga warga binaan.(*)






