KabarBaik.co, Sidoarjo – Upaya penyelundupan paket diduga narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam susu kemasan 1 kilogram berhasil digagalkan petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya. Modus tersebut terbongkar saat pemeriksaan barang bawaan pengunjung di layanan kunjungan, Rabu (1/7) kemarin.
Paket sabu yang disamarkan di dalam kemasan susu itu dibawa oleh seorang pengunjung perempuan berinisial TS. Namun, aksinya gagal setelah petugas curiga melihat gerak-geriknya yang tampak gugup dan sempat menolak saat hendak menjalani pemeriksaan sesuai prosedur.
Kecurigaan petugas akhirnya terbukti. Saat kemasan susu 1 kilogram tersebut dibongkar, petugas menemukan paket berisi kristal putih yang diduga sabu. Barang haram itu disembunyikan secara rapi di dalam kemasan susu untuk mengelabui pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan awal, berat paket diduga sabu tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 gram.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo, mengatakan berdasarkan pemeriksaan awal, TS mengaku hanya menjalankan perintah dari salah seorang warga binaan berinisial AA untuk mengantarkan paket tersebut.
“Kejadiannya kemarin. Pengunjung berinisial TS ini mengaku disuruh oleh salah satu warga binaan kami yang berinisial AA,” ujarnya, Kamis (2/7).
Menurut Tristiantoro, keberhasilan menggagalkan penyelundupan itu merupakan hasil kejelian tim penggeledah yang tetap menerapkan pemeriksaan ketat terhadap seluruh pengunjung dan barang bawaan yang masuk ke dalam rutan.
“Tim penggeledah berhasil menggagalkan barang tersebut saat TS akan melakukan layanan kunjungan. Kecurigaan tim penggeledah ternyata menemukan paket diduga sabu yang disembunyikan melalui kemasan susu. Seluruh pihak yang terbukti dalam penyelundupan tersebut diserahkan kepada Polresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Usai diamankan, TS bersama barang bukti paket diduga sabu langsung diserahkan kepada Satresnarkoba Polresta Sidoarjo. Polisi kini mendalami asal-usul paket tersebut sekaligus mengusut dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk warga binaan yang diduga menjadi penerima barang haram tersebut. Berat pasti barang bukti masih menunggu hasil penimbangan dan pemeriksaan penyidik.(*)






