Lewat Bedah Novel Kontroversial, Aliansi Inklusi Jombang Soroti Pentingnya Ruang Aman bagi Anak Muda

oleh -176 Dilihat
Peserta mengikuti diskusi bedah novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur di Kantor WCC Jombang. (istimewa)
Peserta mengikuti diskusi bedah novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur di Kantor WCC Jombang. (istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Aliansi Inklusi Jombang menggelar diskusi bedah novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur karya Muhidin M. Dahlan di Kantor WCC Jombang.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi anak muda untuk membahas relasi kuasa, kekerasan, hingga pentingnya ruang aman yang inklusif.

Diskusi menghadirkan pegiat literasi sekaligus penerbit Boenga Ketjil Andi, penggerak literasi Rumah Baca Gang Masjid Luqman, serta Koordinator Bookparty Zaki. Acara dipandu relawan WCC Jombang, Arvy.

Koordinator Bookparty, Zaki, mengatakan tokoh utama dalam novel, Kiran, digambarkan mengalami pergulatan batin karena tidak memiliki ruang aman dan dukungan sosial saat menghadapi persoalan hidup.

“Yang paling terasa dari cerita ini adalah Kiran tidak beruntung karena tidak memiliki ruang aman dan dukungan sosial. Padahal, kehadiran orang yang tepat dapat mengubah cara seseorang menghadapi luka dan kekecewaan,” ujar Zaki dalam keterangannya. Kamis (30/7).

Menurutnya, kondisi serupa juga bisa dialami banyak anak muda jika tidak memiliki lingkungan yang mau mendengar tanpa menghakimi.

Sementara itu, Luqman mengajak peserta melihat kisah Kiran secara utuh. Ia menilai novel tersebut dapat menjadi bahan refleksi tanpa membuat pembaca kehilangan kepercayaan terhadap nilai-nilai kebaikan.

“Buku ini seharusnya tidak membuat kita kehilangan kepercayaan terhadap nilai-nilai kebaikan. Justru kita perlu bertanya, apa yang harus dilakukan agar tetap berpihak pada nilai-nilai tersebut,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Andi. Ia menegaskan karya sastra bukan media penyebaran ideologi, melainkan ruang untuk mengajak pembaca berpikir kritis terhadap persoalan sosial.

“Fiksi memang memiliki unsur dramatisasi. Namun di dalamnya ada potret relasi kuasa dan hegemoni yang penting dibaca sebagai ruang refleksi, bukan sekadar mencari benar atau salah,” jelasnya.

Melalui diskusi ini, Aliansi Inklusi Jombang berharap ruang-ruang literasi terus berkembang sebagai wadah membangun empati, meningkatkan daya kritis, serta membuka dialog mengenai berbagai persoalan sosial yang masih dianggap sensitif.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.