Masuk Fase Peralihan, Wilayah Ini Mesti Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Editor: Hardy
oleh -626 Dilihat
Warga melintasi jembatan yang terendam banjir di Kecamatan Benjeng, Gresik, beberapa waktu lalu. BMKG memperingatkan potensi terjadinya cuaca ekstrem.

KabarBaik.co– Beberapa pekan terakhir, bencana hidrometeorologi terjadi di sejumlah daerah. Baik angin kencang, banjir maupun tanah longsor. Sebut saja di wilayah Bengawan Solo, Madura, Mojokerto, dan sejumlah daerah lain. Dalam dua hari ini belakangan, intensitas hujan di wilayah Surabaya Raya juga meninggi.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jatim, terjadi cuaca ekstrem sehingga berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan megatakan, berdasarkan pantauan citra satelit, beberapa wilayah Jatim perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem pada 12-18 Maret. ‘’Keadaan itu dapat mengakibatkan terjadinya hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung serta hujan es,’’ katanya dalam keterangannya di Sidoarjo, Rabu (13/3) seperti dikutip Antara.

Baca juga:  Warga Bojonegoro Terdampak Longsor Bengawan Solo Dibayangi Ketakutan

Beberapa wilayah yang perlu waspada, yaitu Kabupaten Bangkalan, Lamongan, Madiun, Magetan, Ngawi, Sumenep, Kota Surabaya, Tuban, Gresik, Bojonegoro, Nganjuk, Pamekasan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Banyuwangi, Kota Batu, Kota Blitar, Jember, Jombang, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Pacitan, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo.

Selain itu, Situbondo, Tulungagung, Kediri, Mojokerto, Probolinggo, Pasuruan, Blitar, Bondowoso, Lumajang, Malang, Trenggalek, Kota Madiun, dan juga Kota Malang.

Saat ini, lanjut dia, wilayah Jatim berada di akhir musim hujan dan memasuki fase peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. “Adanya aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby menambah tingginya potensi pertumbuhan awan konvektif di wilayah Jawa Timur,’’ ujar Taufiq.

Baca juga:  Banjir Mengepung, Surabaya Tidak Baik-Baik Saja Pak Eri

Selain itu, sirkulasi siklonik di utara Australia mengakibatkan adanya pola konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jatim yang berpengaruh terhadap peningkatan cuaca ekstrem sepekan ke depan.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Wilayah dengan topografi curam atau bergunung atau tebing, diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor jika terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat dengan durasi yang panjang.

Baca juga:  Imbas Banjir di Semarang, KAI Daop 8 Mohon Maaf Sejumlah KA Terlambat Datang

“Bagi yang sedang berkendara perlu diwaspadai jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang saat hujan lebat berlangsung,’’ ungkapnya.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasarkan citra radar cuaca WOFI melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar, dan informasi peringatan dini tiga harian dan peringatan dini 2-3 jam ke depan yang selalu dibagikan melalui website https://stamet-juanda.bmkg.go.id. Juga, di media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam (031) 8668989 dan WhatsApp: 0895800300011,. (kb01)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.