Mbak Estu Serahkan Alsintan ke Petani Jombang, Tegaskan Bantuan Tak Boleh Diperjualbelikan

oleh -169 Dilihat
Mbak Estu menyerahkan bantuan combine harvester kepada kelompok tani di Jombang.(istimewa)
Mbak Estu menyerahkan bantuan combine harvester kepada kelompok tani di Jombang.(istimewa)

KabarBaik.co, Jombang – Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit combine harvester kepada kelompok tani di Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Penyerahan dilakukan secara simbolis di Posko Pangan PDIP Jombang, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang.

Dalam kesempatan itu, politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Estu itu mengingatkan para penerima bantuan agar tidak menjual alsintan yang telah diberikan pemerintah. Menurutnya, bantuan tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, bukan diperjualbelikan.

“Semoga bantuan alsintan ini bisa bermanfaat bagi kelompok tani dan benar-benar digunakan untuk meningkatkan hasil pertanian,” kata Sadarestuwati, Kamis (30/7).

Mbak Estu mengungkapkan, sebenarnya ia menginginkan bantuan alsintan berukuran lebih kecil karena dinilai lebih sesuai dengan kondisi lahan pertanian di Jombang. Namun, karena yang tersedia saat ini berukuran besar, ia meminta kelompok tani tetap menerimanya dan memanfaatkannya secara maksimal.

“Sebenarnya saya ingin alsintan yang kecil saja, tidak besar-besar, supaya tidak merusak galengan sawah. Tetapi karena yang tersedia alsintan berukuran besar, ya kita terima saja,” ujarnya.

Menurut Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian dan Pangan itu, bantuan alsintan merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menilai program tersebut juga menjadi bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat yang dipercaya masyarakat Jombang untuk duduk di DPR RI.

“Saya dipilih masyarakat Jombang untuk mewakili di DPR RI. Ada juga anggota DPRD Jombang dari Fraksi PDIP seperti Naim dan Ama Siswanto yang terus ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, Mbak Estu menegaskan pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap bantuan yang telah disalurkan. Ia tidak ingin menemukan alsintan yang dijual setelah diterima kelompok tani.

“Saya minta bantuan ini jangan sampai dijual. Nanti suatu saat akan kita cek ke kelompok tani penerima, apakah barangnya masih ada atau sudah tidak ada,” tegasnya.

Ia mengaku masih menemukan praktik penjualan bantuan pemerintah di sejumlah daerah. Bahkan, ada bantuan ternak yang baru diterima beberapa bulan sudah dilaporkan mati sehingga tidak lagi bisa dimanfaatkan.

“Sering kali bantuan belum genap setahun sudah dijual. Ada juga bantuan sapi yang belum dua bulan sudah dikabarkan mati. Saya yakin masyarakat di sini tidak seperti itu dan akan memanfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya,” katanya.

Mbak Estu berharap keberadaan combine harvester dapat meningkatkan efisiensi panen bagi kelompok tani penerima. Ia juga meminta agar alat tersebut bisa dimanfaatkan secara bergiliran oleh kelompok tani lain di Kecamatan Kesamben sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh para petani.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.