KabarBaik.co, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menerima dukungan dari pemerintah pusat berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna memperkuat ketahanan pangan serta mengantisipasi dampak musim kering dan cuaca ekstrem.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kepada sejumlah kelompok tani (poktan) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Kamis (11/6).
Dalam kesempatan itu, Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes mengajak para petani untuk terus beradaptasi dengan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas pertanian.
“Jadi ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat setelah mempelajari dari rencana aksi yang kita buat dalam rangka menghadapi musim kering atau perubahan cuaca ekstrem yang akan datang. Ini yang kita berikan ada 18 pompa, rotavatornya ada 13, hand traktornya ada 23 cukup banyak, irpom (irigasi perpompaan) dan irpip (irigasi perpipaan) itu ada 181 irigasi, yang nanti secara serentak akan dilakukan pemasangan di tempat-tempat untuk bisa mengambil air terutama di daerah-daerah yang tadah hujan, kemudian juga ada kombi sementara ini baru 3,” ujar Pak Yes.
Menurut dia, bantuan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Lamongan yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Pak Yes menyebut sektor pertanian Lamongan menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari capaian panen di lahan seluas 193 ribu hektar, melampaui luas baku sawah yang tercatat sekitar 95 ribu hektar. Peningkatan juga terjadi pada indeks pertanaman yang naik dari 1,64 menjadi 2,1.
“Indeks pertanaman kita ada 2,1 mengalami kenaikan yang cukup drastis dari 1,64. Pada tahun ini kita di target untuk luas tambah tanam yang naik sangat signifikan, dari 193.000 naik menjadi 233.384 artinya kenaikan ini harus terus kita upayakan, beberapa langkah kita membuat rencana aksi termasuk hari ini pemberian bantuan alat-alat pertanian, sarana prasarana pertanian, pemilihan bibit yang baik, termasuk program pemupukan secara serentak, semoga pupuk tersedia dengan lancar tidak ada kendala, juga pemberantasan hama,” imbuhnya.
Ia menegaskan, berbagai upaya tersebut merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan efisien. Harapannya, produktivitas meningkat, nilai tukar petani (NTP) semakin baik, serta kesejahteraan petani ikut terdongkrak.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan Mugito menegaskan bahwa bantuan alsintan disalurkan berbasis kelompok tani, bukan perorangan.
“Bantuan pertanian ini berbasis Poktan, bukan individu,” kata Mugito.
Adapun tujuh kelompok tani yang menerima bantuan traktor roda crawler (rotavator) secara simbolis yakni Poktan Harapan Makmur Desa Dumpiagung, Kecamatan Kembangbahu; Poktan Tani Mulyo Desa Kanoman, Kecamatan Tikung; Poktan Sekar Gading III Desa Sekaran; Poktan Tani Seger Satu Desa Karangwungu, Kecamatan Karanggeneng; Poktan Sri Manunggal Desa Lopang, Kecamatan Kembangbahu; Poktan Sekar Srengenge VI Desa Sungegeneng, Kecamatan Sekaran; serta Poktan Sumber Tani Dua Desa Sumberbendo, Kecamatan Mantup.(*)






