KabarBaik.co, Bandung – Petugas lapangan memeriksa instalasi panas bumi Kamojang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6). Lapangan panas bumi tertua ini menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber energi bersih andalan nasional. Dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), kawasan dengan kapasitas terpasang 235 megawatt (MW) tersebut memasok listrik ke sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) sekaligus mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi Indonesia. Berlokasi di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kamojang memiliki wilayah kerja sekitar 45.380 hektare, namun hanya sekitar 110 hektare atau 0,2 persen yang digunakan untuk fasilitas operasional. Listrik yang dihasilkan Kamojang menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan energi di jaringan Jamali, sistem kelistrikan terbesar di Indonesia. Selain itu, operasional lapangan panas bumi ini memiliki potensi pengurangan emisi hingga 1,22 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e) per tahun dan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 260 ribu rumah tangga. Kamojang juga menjadi bagian dari portofolio PGE yang mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW. Kawasan ini memasok listrik ke sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) sekaligus mendukung target transisi energi dan pengurangan emisi Indonesia.
Mengintip PGE Kamojang, Lapangan Panas Bumi Tertua yang Masih Produktif Dorong Transisi Energi




















