Musim Giling 2026 Dimulai, PT RMI Bidik Produksi Gula Hingga 135 Ribu Ton

oleh -110 Dilihat
IMG 20260530 WA0086
PT Rejoso Manis Indo (RMI) resmi memulai musim giling tebu 2026 melalui tradisi Manten Tebu. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – PT Rejoso Manis Indo (RMI) resmi memulai musim giling tebu 2026 melalui tradisi Manten Tebu yang digelar bersama Pemerintah Kabupaten Blitar dan jajaran Forkopimda. Tahun ini, perusahaan optimistis mampu meningkatkan produksi gula seiring kondisi cuaca yang dinilai lebih mendukung dibanding tahun sebelumnya.

Bupati Blitar, Rijanto mengatakan, dimulainya musim giling menjadi momentum penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sektor pergulaan menjadi salah satu penopang strategis perekonomian daerah yang perlu mendapat dukungan bersama.

“Harapan kita produksi gula yang dikelola PT RMI semakin meningkat dan semakin bagus. Tahun kemarin sudah baik, tapi tahun ini mudah-mudahan lebih baik lagi karena ini termasuk program strategis nasional ketahanan pangan,” ujarnya.

Rijanto menilai keberadaan PT RMI memberikan dampak positif bagi petani tebu. Selain proses pengiriman tebu yang lebih mudah, sistem pembayaran dinilai lebih cepat sehingga membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat kendala pada sektor infrastruktur jalan yang menjadi jalur distribusi hasil pertanian. Menurutnya, kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

“Permasalahan utama petani tebu saat ini adalah kelancaran angkutan. Infrastruktur jalan masih perlu perhatian karena berkaitan langsung dengan distribusi hasil panen,” katanya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT RMI Syukur Iwantoro mengungkapkan, perusahaan menargetkan penyerapan tebu mencapai 1,55 juta ton pada musim giling tahun ini. Dengan rendemen minimal delapan persen, produksi gula diperkirakan mencapai 128 ribu ton.

“Kalau rendemen bisa mencapai sembilan persen, produksi gula berpotensi berada di kisaran 130 hingga 135 ribu ton. Kondisi cuaca tahun ini lebih ideal karena masa tanam berlangsung saat musim hujan dan panen memasuki musim kemarau,” jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, PT RMI terus melakukan pembinaan kepada sekitar 1.200 petani mitra di wilayah Blitar dan sekitarnya. Perusahaan juga menyiapkan berbagai insentif agar petani tetap bersemangat mengembangkan budidaya tebu.

“Yang terpenting petani mitra kami merasa sejahtera. Karena ketika petani sejahtera, perusahaan juga akan ikut berkembang,” pungkas Syukur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.