Ning Ita Dorong UMKM Mojokerto Berinovasi, Singkong Bisa Jadi Makanan Pokok Masa Depan

oleh -97 Dilihat
Ning Ita mengajak pelaku UMKM kuliner berinovasi mengolah pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai jual produk. (Istimewa)
Ning Ita mengajak pelaku UMKM kuliner berinovasi mengolah pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai jual produk. (Istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner terus berinovasi mengolah pangan lokal sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing produk.

Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita saat membuka pelatihan diversifikasi olahan pangan lokal yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Mojokerto di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Maja Citra Kinarya, Selasa (28/7).

Menurut Ning Ita, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya pangan yang sangat beragam. Karena itu, masyarakat tidak seharusnya bergantung pada satu jenis pangan, melainkan mulai memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi.

“Indonesia memiliki sumber daya pangan yang sangat beragam. Jangan sampai kita hanya bergantung pada satu jenis pangan, padahal masih banyak bahan pangan lokal yang memiliki nilai gizi baik dan bisa diolah menjadi berbagai menu yang menarik,” ujarnya.

Ia mencontohkan singkong sebagai salah satu komoditas lokal yang memiliki potensi besar. Berbagai olahan seperti gethuk, sawut, lemet, hingga tiwul dinilai dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat, bukan sekadar camilan.

“Yang perlu kita ubah adalah cara pandang kita. Olahan berbahan singkong bukan sekadar camilan, tetapi juga bisa menjadi alternatif makanan pokok. Di sinilah kreativitas pelaku UMKM diperlukan untuk menghadirkan olahan yang lebih menarik dan diminati masyarakat,” katanya.

Selain mendorong diversifikasi pangan, Ning Ita juga mengajak pelaku UMKM menerapkan konsep zero waste cooking. Menurutnya, setiap bahan pangan harus dimanfaatkan secara optimal agar tidak menjadi limbah.

Sisa bahan makanan, lanjut dia, masih bisa diolah menjadi produk bernilai tambah atau dimanfaatkan sebagai kompos maupun pakan maggot sehingga mampu mengurangi sampah organik.

“Kreativitas tidak hanya menciptakan menu baru, tetapi juga memanfaatkan bahan pangan secara maksimal agar tidak terbuang. Dengan begitu, kita tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga ikut mengurangi food waste dan sampah organik,” tuturnya.

Ning Ita berharap seluruh peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk mengembangkan usahanya. Dengan begitu, semakin banyak produk olahan pangan lokal yang inovatif, sehat, berkualitas, dan mampu bersaing di pasar.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk menambah ilmu dan wawasan. Saya berharap seluruh materi yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pengembangan usaha, sehingga mampu menghadirkan produk olahan pangan lokal yang semakin beragam, berkualitas, dan memiliki nilai tambah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.