KabarBaik.co, Mataram – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional. Kali ini, Provinsi NTB menjadi lokasi penyelenggaraan Indonesia Government Public Relations (IGPR) Summit 2026 yang resmi dibuka di Hotel Lombok Plaza, Mataram, Senin (27/7).
Mengusung tema “Government Public Relations in the Digital & AI Era: Strengthening Public Communication and Public Trust”, forum tersebut mempertemukan puluhan praktisi humas pemerintah dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, akademisi, hingga praktisi komunikasi dari seluruh Indonesia untuk membahas penguatan komunikasi publik di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kepercayaan pemerintah pusat menunjuk NTB sebagai tuan rumah dinilai mempertegas posisi daerah ini sebagai salah satu pusat penyelenggaraan forum-forum nasional, sekaligus menunjukkan kesiapan NTB dalam mendukung transformasi tata kelola pemerintahan yang modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Mewakili Gubernur NTB, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB Ahsanul Halik, mengatakan tantangan terbesar humas pemerintah saat ini bukan lagi sekadar menyampaikan informasi, tetapi bagaimana membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Tantangan pemerintah saat ini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi. Tantangan yang sesungguhnya adalah membangun kepercayaan. Informasi dapat dibuat dalam hitungan detik, tetapi kepercayaan hanya lahir melalui konsistensi, keterbukaan, integritas, dan kerja nyata yang dibangun dalam waktu yang panjang,” ujarnya.
Menurut Ahsanul Halik, perkembangan AI harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kecerdasan AI tidak akan pernah menggantikan kejujuran, empati, integritas, maupun hati nurani seorang pelayan publik. Teknologi hanyalah alat, sementara arah penggunaannya tetap ditentukan oleh manusia,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan komunikasi pemerintah tidak diukur dari banyaknya konten yang dipublikasikan atau viral di media sosial, melainkan dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) Mayrianti Annisa Anwar, menyebut IGPR Summit 2026 menjadi forum strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang terbuka dan dipercaya publik.
“Ukuran keberhasilan komunikasi publik adalah tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Ketika kepercayaan itu terbangun, berbagai program pemerintah akan lebih mudah dipahami, diterima, dan didukung oleh publik,” katanya.
Dari NTB, Ketua Dewan Kehormatan Iprahumas NTB Prof. Masnun Tahir, mengingatkan pentingnya peran humas sebagai sumber informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi digital.
“Kepercayaan publik merupakan modal utama komunikasi pemerintah. Humas yang baik bukanlah humas yang paling keras suaranya, melainkan humas yang paling dipercaya,” ujarnya.
Ketua Iprahumas NTB, Suhirman Adita, mengatakan antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap penguatan komunikasi publik pemerintah.
Menurutnya, salah satu target utama forum ini adalah melahirkan Ontologi Arsitektur Humas Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di Indonesia sebagai referensi nasional dalam pengembangan kehumasan pemerintah.
IGPR Summit 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan sejumlah pakar, akademisi, dan praktisi komunikasi. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman dan gagasan, forum ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat komunikasi publik yang profesional, adaptif, humanis, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Penyelenggaraan forum nasional ini sekaligus menjadi momentum bagi NTB untuk memperkuat citranya sebagai daerah yang tidak hanya berkembang di sektor pariwisata, tetapi juga sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan nasional di bidang pemerintahan, komunikasi publik, dan transformasi digital.(*)








