Optimalisasi Operasional Dorong Laba dan Margin MBMA Menguat hingga September 2025

oleh -76 Dilihat
IMG 20251220 WA0014
Perseroan berhasil meningkatkan laba dan menjaga ketahanan margin di seluruh lini bisnis nikel terintegrasi, seiring penguatan fondasi operasional dan efisiensi biaya.

KabarBaik.co – PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) mencatatkan kinerja keuangan dan operasional yang solid sepanjang sembilan bulan pertama 2025. Hingga periode yang berakhir 30 September 2025 (9M 2025), Perseroan berhasil meningkatkan laba dan menjaga ketahanan margin di seluruh lini bisnis nikel terintegrasi, seiring penguatan fondasi operasional dan efisiensi biaya.

Sepanjang 9M 2025, MBMA membukukan pendapatan sebesar US$935 juta, sementara EBITDA tumbuh 22 persen menjadi US$140 juta. Pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan Perseroan menjaga kinerja di tengah dinamika operasional, termasuk penyesuaian produksi dan kenaikan biaya eksternal.

Kinerja positif ini ditopang oleh lonjakan signifikan produksi dan penjualan bijih nikel. Tambang nikel SCM mencatatkan produksi 14,5 juta ton bijih, meningkat 68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut berasal dari kenaikan produksi bijih limonit sebesar 48 persen dan saprolit yang melonjak 135 persen secara tahunan.

Meski menghadapi dampak penerapan mandatori bahan bakar B40 serta kenaikan tarif royalti, margin bijih nikel tetap terjaga. Hal ini didukung oleh disiplin operasional dan peningkatan efisiensi biaya. Sepanjang periode tersebut, MBMA berhasil menjaga biaya kas sesuai panduan, yakni di bawah US$25 per wmt untuk saprolit dan US$13 per wmt untuk limonit.

Di sisi pengolahan, fasilitas smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) memproduksi 52.863 ton Nickel Pig Iron (NPI), turun 17 persen secara tahunan akibat pemeliharaan terjadwal. Namun demikian, margin NPI tetap kuat, tercatat sebesar US$1.866 per ton nikel (tNi). Kinerja margin ini didorong oleh berkurangnya ketergantungan pada pasokan saprolit pihak ketiga serta pemanfaatan sumber energi yang semakin terintegrasi.

Saat ini, sekitar 80 persen bijih nikel yang digunakan di fasilitas RKEF berasal dari Tambang SCM, meningkat signifikan dibandingkan 48 persen pada 9M 2024. Selain itu, pada Oktober 2025, MBMA kembali memulai produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) setelah memperoleh kontrak dengan ketentuan ekonomi yang lebih menguntungkan. Sebelumnya, produksi HGNM dihentikan sementara pada Maret 2025 sebagai langkah strategis untuk memprioritaskan produk NPI yang memiliki margin lebih tinggi.

“Kinerja 9M 2025 menegaskan fokus MBMA pada penciptaan nilai, bukan semata peningkatan volume,” ujar Teddy Oetomo, Presiden Direktur PT Merdeka Battery Materials Tbk, Sabtu (20/12).

Ia menambahkan, perbaikan margin NPI dan biaya kas mencerminkan manfaat dari model bisnis terintegrasi, mulai dari penambangan hingga pengolahan, termasuk peningkatan penggunaan bijih saprolit dari sumber internal dan solusi energi yang lebih efisien.

Sejalan dengan strategi jangka panjang, MBMA terus mengakselerasi proyek-proyek pertumbuhan, khususnya di sektor hilirisasi. Perseroan mengembangkan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) terintegrasi melalui kemitraan dengan perusahaan bahan baku baterai global.

Saat ini, PT ESG New Energy Material dan PT Meiming telah memulai produksi dengan memanfaatkan Feed Preparation Plant (FPP) di kawasan IMIP. Produksi diperkirakan meningkat setelah FPP dan infrastruktur pipa dari Tambang SCM mulai beroperasi pada kuartal IV 2025.
Sementara itu, PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) terus melanjutkan pembangunan pabrik HPAL berkapasitas 90.000 ton per tahun, dengan target komisioning lini produksi pertama pada pertengahan 2026.

Proyek strategis lainnya juga berjalan sesuai rencana, termasuk fasilitas Pabrik AIM (Acid Iron Metal) yang dioperasikan oleh PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI). Proses komisioning pabrik klorida dan katoda tembaga saat ini memasuki tahap akhir, dengan seluruh fasilitas utama—mulai dari pabrik pirit, asam, logam klorida, hingga katoda tembaga—ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2025.

“Kami tetap berfokus pada penguatan margin, percepatan proyek hilirisasi, serta menjaga ketahanan keuangan MBMA,” tutup Teddy.

Dengan likuiditas yang solid, daya saing biaya yang terus membaik, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang sejalan dengan agenda transisi energi, MBMA optimistis berada pada jalur yang tepat untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.