Pascabanjir Lintas Utara, KAI Daop 8 Surabaya Terapkan Rekayasa Operasi dan Batalkan Sejumlah KA

oleh -132 Dilihat
IMG 20260120 WA0006
KAI menilai diperlukan optimalisasi dan pengaturan perjalanan secara bertahap agar tidak mengganggu perjalanan kereta api lainnya.

KabarBaik.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya masih menerapkan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api pascabanjir yang sempat merendam jalur lintas utara. Dampak genangan air tersebut membuat KAI terpaksa membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada Senin (19/1), sebagai langkah pengendalian operasional dan keselamatan.

Pembatalan dilakukan karena tingginya potensi keterlambatan perjalanan kereta api akibat dampak banjir sebelumnya. Meski jalur lintas utara kini sudah dapat dilalui kembali, KAI menilai diperlukan optimalisasi dan pengaturan perjalanan secara bertahap agar tidak mengganggu perjalanan kereta api lainnya.

Adapun kereta api jarak jauh yang perjalanannya dibatalkan meliputi KA (7003A) Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA (263) Ambarawa Ekspres relasi Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol, KA (1B) Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KA (35) Gajayana relasi Malang–Gambir, dan KA (7001A) Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa meskipun jalur lintas utara telah kembali dapat dilalui, dampak banjir masih memengaruhi kelancaran perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya.

“Kondisi ini mengharuskan KAI melakukan pengaturan perjalanan secara bertahap. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional,” ujar Mahendro ditemui di Kantornya, Selasa (20/1).

Ia menambahkan, saat ini jalur kereta api hanya dapat dilalui dengan kecepatan terbatas dan secara bergantian dengan perjalanan KA lainnya. Situasi tersebut membuat pembatalan sejumlah perjalanan tak terhindarkan guna mengantisipasi akumulasi keterlambatan.

“Saat ini jalur sudah bisa dilalui, namun dengan kecepatan terbatas. Oleh karena itu, pembatalan sejumlah KA dilakukan untuk mengurangi dampak kelambatan
yang lebih luas,” jelasnya.

Selain pembatalan perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya juga melakukan optimalisasi dan pengaturan stamformasi rangkaian kereta guna menyesuaikan kondisi di lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran layanan KA yang masih beroperasi sekaligus mempercepat proses normalisasi perjalanan.
Kereta api yang mengalami pengaturan rangkaian antara lain KA Harina relasi Surabaya Pasarturi–Bandung, KA Gumarang relasi Surabaya Pasarturi–Pasarsenen, dan KA Arjuno Ekspres relasi Malang–Surabaya Gubeng.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat kondisi tersebut. Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI memberikan kemudahan berupa pengembalian bea tiket secara penuh atau penjadwalan ulang perjalanan.

“Pelanggan yang tiketnya terdampak pembatalan dapat melakukan refund 100 persen di luar biaya pemesanan atau reschedule tanpa biaya tambahan. Layanan ini dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121,” terang Mahendro.

Untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiagakan petugas pelayanan pelanggan di stasiun guna memberikan informasi dan pendampingan kepada penumpang.

Mahendro menegaskan, KAI berkomitmen untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keandalan layanan transportasi kereta api. Ia juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru terkait perjalanan kereta api melalui kanal resmi KAI agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.