KabarBaik.co, Surabaya – Setelah kurang lebih sebulan berlalu, pelaku penjambretan turis Jerman akhirnya tertangkap. Pelaku bahkan ditembak kakinya karena melawan dan berusaha kabur saat ditangkap.
Korban yang warga Jerman menjadi korban penjambretan di Jalan Karet yang masih masuk kawasan wisata Kota Lama Surabaya pada Minggu (3/5). HP nya dirampas saat korban sedang melakukan video call.
Kronologi: Wajah Terekam Layar Pacar Korban di Jerman
Aksi kejahatan ini bermula pada Jumat, 3 Mei lalu. Korban, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman, sedang berjalan kaki menikmati keindahan bangunan tua di Jalan Karet.
Saat itu, korban sedang melakukan panggilan video (video call) dengan kekasihnya yang berada di Jerman menggunakan smartphone iPhone 13 Pro miliknya. Melihat korban lengah, pelaku yang mengendarai sepeda motor langsung memepet dan merampas ponsel tersebut dengan paksa.
Sayang bagi pelaku, ia tidak menyadari satu hal yang fatal. Wajahnya terekam jelas oleh fitur screen record yang sedang aktif di ponsel korban, yang langsung terekam oleh pacar korban di Jerman. Bukti visual yang jelas ini menjadi kunci utama bagi kepolisian untuk melacak identitasnya.
Ditembak di Kedua Kaki Saat Melawan
Berbekal rekaman video yang memperlihatkan wajah pelaku secara gamblang, tim URC Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung bergerak cepat. Petugas berhasil mengendus keberadaan pelaku dan melakukan penggerebekan di tempat persembunyiannya.
Identitas pelaku akhirnya terungkap, berinisial KRH, 26, warga Jalan Bumiarjo, Surabaya. Ia merupakan pelaku tunggal dalam kasus ini.
Saat petugas hendak mengamankannya, KRH ternyata nekat melawan dan berusaha melarikan diri. Melihat situasi yang membahayakan keselamatan petugas dan upaya pelaku menghindari hukum, polisi akhirnya melakukan tindakan tegas terukur. Pelaku ditembak di bagian kedua kakinya hingga ambruk dan tak berdaya.
Polisi: Tidak Ada Toleransi untuk Penjahat
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Prasetyo menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sedikitpun bagi pelaku kriminal yang merusak citra keamanan Kota Surabaya, terutama di area wisata.
“Pelaku sempat melawan saat dibawa petugas. Kami dari Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkomitmen memberi rasa aman pada warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Kami tidak akan tinggal diam dan memastikan akan menindak tegas pelaku kejahatan yang nekat beraksi di wilayah hukum kami,” tegas Prasetyo.
Nasib Akhir Pelaku
Kini, petualangan kriminal KRH resmi berakhir. Ia digiring ke kantor polisi dengan kondisi menahan sakit akibat luka tembak di kedua kakinya.
Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit iPhone 13 Pro milik korban. Ponsel tersebut akan digunakan sebagai alat bukti dalam proses hukum dan penyidikan lebih lanjut. (*)







