KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait, memberikan apresiasi mendalam kepada tujuh fraksi DPRD atas kritik dan saran, dalam agenda penyampaian jawaban Bupati Jember atas Pandangan Umum Fraksi mengenai Nota Penjelasan enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda).
Bupati menegaskan komitmen jajaran eksekutif untuk berjalan selaras dengan legislatif guna menuntaskan seluruh regulasi tersebut.
Bupati menyoroti realisasi belanja modal yang tertahan di angka 68,93 persen. Untuk menggenjot sektor infrastruktur dan ekonomi, pemkab akan mempercepat proses tender di awal tahun serta meningkatkan kapasitas SDM demi mengurai kendala regulasi dan birokrasi pengadaan.
Gus Fawait juga meluruskan bahwa dana sisa tersebut sebagian besar merupakan anggaran terikat (seperti kas BLUD, BOSP, dan BOK Puskesmas) yang secara aturan tidak dapat dialihkan untuk mendanai program baru.
“Pemerintah daerah berkomitmen menaikkan pendapatan tanpa memberatkan warga, melainkan lewat optimalisasi aset daerah yang mangkrak dan pembenahan BUMD. Selain itu, akurasi data kemiskinan ekstrem akan diperketat lewat verifikasi langsung oleh ASN di lapangan,” ujar Gus Fawait, Senin (22/6) malam.
Mengikuti arahan dari Kemenkeu dan Kemendagri, Perda Nomor 1 Tahun 2024 resmi dirombak. Salah satu kebijakan pro-rakyat yang diusung adalah pelonggaran pajak bagi UMKM kuliner, batas omzet bebas Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dinaikkan dua kali lipat menjadi Rp6 juta per bulan.
Sementara untuk mendongkrak PAD, sistem retribusi parkir konvensional akan bermigrasi ke skema parkir berlangganan.
Untuk Raperda JUT, disiapkan untuk menertibkan semrawutnya kabel dan jaringan utilitas, baik yang melintang di udara maupun di bawah tanah.
“Program penataan ini bakal diprioritaskan di kawasan pusat kota (segitiga emas) demi estetika dan keamanan kota Jember,” katanya.
“Kami berharap keenam Raperda ini dibahas secara lebih komprehensif di tingkat Panitia Khusus (Pansus) DPRD, sehingga mampu menghasilkan produk hukum yang berkualitas dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jember,” tutupnya.(*)







