KabarBaik.co, Bojonegoro – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro menerima hibah pembangunan kantor senilai Rp 5,5 miliar yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2026. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahapan lelang melalui sistem pengadaan pemerintah.
Wakil Ketua PDM Bojonegoro Sholikin Jamik membenarkan adanya hibah tersebut. Menurutnya, pembangunan kantor merupakan hasil pengajuan hibah yang diajukan kepada Pemkab Bojonegoro.
“Pembangunan kantor PDM ini memang sifatnya pengajuan hibah kepada pemerintah kabupaten,” ujar Sholikin, Sabtu (30/5).
Ia menjelaskan pengajuan hibah tersebut didasari oleh kontribusi Muhammadiyah yang selama ini dinilai turut membantu pemerintah di berbagai sektor. Mulai dari bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Banyak hal yang telah dilakukan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah. Komitmen dasar Muhammadiyah adalah berkontribusi bagi bangsa melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan,” katanya.
Menurut Sholikin, keberadaan kantor PDM dinilai sangat penting sebagai pusat koordinasi dan penggerak roda organisasi. Selama ini, PDM Bojonegoro belum memiliki kantor sendiri sehingga pembangunan gedung baru menjadi kebutuhan mendesak.
“PDM memang belum memiliki kantor. Karena itu, kantor ini diperlukan sebagai pusat kegiatan organisasi. Saat ini prosesnya sudah memasuki tahap lelang setelah melalui beberapa kali pembahasan dengan konsultan perencana,” jelas pria yang juga menjabat Panitera Pengadilan Agama Bojonegoro tersebut.
Rencananya, kantor baru PDM Bojonegoro akan dibangun di sebelah barat Masjid Attaqwa, Jalan Teuku Umar, Bojonegoro.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Inaproc, proyek pembangunan kantor PDM saat ini memasuki tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, harga, serta pembuktian kualifikasi.
Tahapan tersebut berlangsung mulai 21 Mei hingga 11 Juni 2025. Proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp 5,5 miliar itu tercatat diikuti oleh 108 perusahaan yang bersaing dalam proses lelang. (*)








