KabarBaik.co, Surabaya — Pemkot Surabaya melakukan penataan menyeluruh terhadap aktivitas perdagangan di kawasan Jalan Pucang Anom. Langkah ini diambil untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi sekaligus mengatasi masalah genangan air yang muncul saat hujan deras.
Penataan juga dilakukan dengan tetap menyediakan lokasi berjualan yang lebih tertata bagi para pedagang yang sebelumnya menempati bahu jalan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa kebijakan ini bermula dari pengamatannya langsung saat melintas di kawasan Pasar Pucang Anom yang kerap padat baik pagi maupun malam hari.
“Jadi beberapa hari yang lalu saya lewat Pasar Pucang. Pagi macet, malam macet, ternyata semakin banyak orang yang jualan di bahu jalan,” kata Eri, Senin (24/8).
PKL Dipindah, Bukan Dilarang Berjualan
Menurut Eri, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di bahu jalan juga berdampak merugikan bagi pedagang yang berjualan di dalam pasar. Oleh karena itu, Pemkot menata agar seluruh aktivitas perdagangan berjalan di lokasi yang sesuai dan tidak saling merugikan.
“Jadi saya berharap di depan pasar itu tempat jualan bersih. Karena kan kasihan pedagang yang ada di dalam pasar,” ujarnya.
Eri menegaskan bahwa penataan ini bukan berarti melarang para pedagang berjualan. Pemkot justru menyiapkan lokasi baru yang lebih layak dan tertata.
“Jadi PKL diminta pindah dari bahu jalan bukan berarti mereka tidak boleh berjualan, tidak. Mereka boleh berjualan tapi di tempat yang sesuai,” tegasnya.
Sebagai solusinya, Pemkot Surabaya telah menyiapkan area di lantai dua Pasar Pucang Anom sebagai lokasi berjualan baru bagi para PKL. Sementara itu, bahu jalan akan dikembalikan fungsinya sepenuhnya sebagai jalur kendaraan untuk melancarkan arus lalu lintas.
“Jadi kami sediakan tempat di lantai dua. Karena ini bahu jalan dibuat lewat mobil dan motor agar tidak macet. Makanya kita tata bareng-bareng,” ungkap Eri.
Ia juga berharap perpindahan ini tidak mengurangi omzet dan pengunjung para pedagang.
“Jadi doakan pedagang yang kami pindah di lantai dua, tetap ramai seperti biasanya,” katanya.
Saluran Air Dibongkar dan Dikeruk Ekskavator untuk Hilangkan Genangan
Selain penataan pedagang, Pemkot Surabaya juga melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi masalah genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.
“Karena di sini kemarin juga ada genangan air pada waktu hujan deras. Ini teman-teman (pemkot) sudah saya minta keruk (saluran), nanti akan kita bongkar semua salurannya mulai dari ujung sampai ujung,” ungkap dia.
Eri menjelaskan bahwa saluran air sudah lama tidak dapat dibersihkan karena tertutup aktivitas pedagang di atasnya. Kini, seluruh saluran akan dibongkar dan dikeruk menggunakan ekskavator untuk mengangkat endapan lumpur yang menghambat aliran air.
“Karena ini (saluran air) sudah lama tidak bisa dikeruk karena dibuat jualan. Maka ini dibersihkan, nanti dibongkar semuanya kita pakai ekskavator untuk ambil endapan lumpurnya,” paparnya.
Setelah saluran dibersihkan, area di atasnya akan ditata kembali menjadi jalan dan diaspal hingga ke bahu jalan. Pengaturan parkir juga dilakukan agar hanya satu sisi jalan yang diperbolehkan untuk parkir, sehingga tidak lagi menimbulkan penyempitan jalan dan kemacetan.
“Jadi parkir hanya satu sisi di depannya, satu sisi tidak boleh ada parkir, karena bikin macet. Jadi itu yang kita lakukan,” tegasnya.
Harapan: Lancar, Rapi, Bebas Genangan, Pedagang Terlindungi
Eri menuturkan bahwa penataan kawasan Jalan Pucang Anom ini diharapkan membawa dampak positif secara menyeluruh bagi warga Surabaya, pengguna jalan, maupun para pedagang.
“Semoga setelah ini Jalan Pucang tidak macet, yang kedua tampak rapi, yang ketiga tidak ada genangan, dan yang keempat pedagang yang ada di dalam pasar merasa bahwa mereka juga terlindungi,” pungkasnya. (*)







