KabarBaik.co, Blitar – Penutupan akses kendaraan roda empat di Bendungan Lahor mulai 1 Agustus mendatang diperkirakan mengubah pola lalu lintas di jalur penghubung Blitar-Malang. Arus kendaraan yang selama ini memanfaatkan jalur pintas tersebut diprediksi beralih ke ruas jalan nasional, terutama saat musim giling tebu dan akhir pekan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar, Anjar Eko Atmanto mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan jalur alternatif untuk mengurangi potensi kepadatan di jalan nasional.
“Selama ini mobil, terutama jenis MPV, banyak memilih melintas di Bendungan Lahor karena jalan nasional Blitar-Malang memiliki banyak tikungan serta tanjakan dan turunan. Ketika Bendungan Lahor ditutup, kami menyiapkan jalur alternatif agar masyarakat tetap memiliki pilihan,” ujarnya
Jalur alternatif tersebut menghubungkan simpang lampu lalu lintas Desa Kesamben menuju simpang tiga Karangkates melalui wilayah Binangun, Kabupaten Blitar, dan Kalipare, Kabupaten Malang. Panjang jalur tersebut sekitar 16 kilometer atau enam kilometer lebih jauh dibanding rute melalui jalan nasional.
Menurut Anjar, jika kondisi lalu lintas sama-sama lancar, waktu tempuh melalui jalur alternatif bisa bertambah sekitar 10 hingga 20 menit. Namun ketika jalan nasional mulai padat, terutama akibat aktivitas truk pengangkut tebu, jalur tersebut dinilai dapat menjadi pilihan.
“Apalagi sekarang masih musim giling tebu. Banyak truk besar yang melintas di jalan nasional. Kalau terjadi kemacetan, masyarakat bisa memanfaatkan jalur alternatif yang sudah kami siapkan,” katanya.
Menjelang pemberlakuan penutupan Bendungan Lahor, Dishub juga akan memasang rambu penunjuk arah serta menempatkan petugas di sejumlah titik untuk membantu pengguna jalan.
“Pada hari-hari pertama penutupan nanti kami siagakan petugas agar masyarakat yang belum terbiasa menggunakan jalur alternatif tidak mengalami kesulitan. Rambu-rambu juga akan kami lengkapi,” jelasnya.
Meski demikian, Dishub mengakui masih terdapat beberapa titik di jalur alternatif yang belum dilengkapi penerangan jalan. Kondisi tersebut akan menjadi perhatian dalam evaluasi setelah kebijakan penutupan Bendungan Lahor mulai diterapkan. (*)






