KabarBaik.co, Surabaya – Persebaya Surabaya kembali gagal membawa pulang poin penuh di kandang setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 kontra Persib Bandung dalam laga sengit di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3) malam. Sempat unggul lebih dulu dan berpeluang menembus empat besar klasemen, Bajol Ijo justru harus puas berbagi angka setelah ditekan habis-habisan sepanjang babak kedua.
Tuan rumah memulai laga dengan agresif. Tekanan tinggi dan permainan lebar membuat pertahanan Persib bekerja keras. Upaya itu akhirnya berbuah penalti di menit ke-45. Bruno Moreira Soares yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Teja Paku Alam dan membawa Persebaya unggul 1-0 hingga turun minum.
Namun, selepas jeda, ritme pertandingan berubah drastis. Persib tampil lebih dominan dan menekan lini belakang Green Force tanpa henti. Hasilnya, menit ke-51 Luciano Guaycochea menyamakan kedudukan lewat sepakan keras dari dalam kotak penalti.
Serangan bertubi-tubi tim tamu membuat Persebaya kesulitan keluar dari tekanan. Pada menit ke-73, Andrew Jung berhasil membalikkan keadaan menjadi 1-2 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri, Persebaya menolak menyerah. Skema serangan rapi dari sisi sayap kanan berujung umpan tarik matang yang langsung disambar satu sentuhan oleh Francisco Rivera pada menit ke-83. Gol tersebut menghidupkan kembali harapan sekaligus mengunci skor menjadi 2-2 hingga laga usai.
Hasil imbang ini membuat Persebaya gagal merangsek ke peringkat empat klasemen. Bajol Ijo tertahan di posisi kelima dengan 39 poin dari 24 pertandingan. Sebaliknya, Persib tetap kokoh di puncak dengan 54 poin dari 23 laga.
Sejumlah pengamat menilai kegagalan meraih kemenangan dipengaruhi absennya beberapa pemain kunci. Persebaya tak diperkuat Bruno Paraíba, Rachmat Irianto, serta Malik Risaldi, sehingga keseimbangan tim, terutama di lini tengah dan serangan, terlihat kurang maksimal saat menghadapi tekanan Persib.
Meski gagal menang, satu poin tetap menjaga asa Persebaya di papan atas. Evaluasi kini tertuju pada konsistensi pertahanan dan efektivitas transisi, agar peluang yang tercipta bisa berbuah hasil maksimal di pertandingan berikutnya. (*)






