Polisi Dalami Asal Bubuk Petasan Kasus Ledakan Rumah di Singosari Malang

oleh -99 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 27 at 5.40.30 AM
Rumah di Singosari yang hancur akibat ledakan petasan (foto: Humas Polres Malang)

KabarBaik.co, Malang – Polisi masih mendalami asal-usul bahan peledak yang ditemukan dalam kasus ledakan rumah di Dusun Sumbul, Desa Klampok, Singosari, Kabupaten Malang, yang terjadi pada Minggu (24/5) malam.

Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan penyelidikan dilakukan setelah polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas perakitan petasan di lokasi kejadian.

“Satreskrim Polres Malang bersama Polda Jatim kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri dari mana asal bubuk petasan yang ditemukan di lokasi. Seluruh barang bukti juga tengah diuji secara laboratoris untuk memastikan kandungannya,” ujar Bambang, Selasa (26/5).

Dalam penanganan lanjutan yang dilakukan Senin (25/5), tim gabungan dari Polres Malang bersama Tim Jibom Den Gegana Sat Brimob Polda Jawa Timur dan Polda Jawa Timur melakukan sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, serta pengambilan sampel barang bukti.

“Tim melakukan sterilisasi lokasi, olah TKP lanjutan, pengambilan sampel, serta mengamankan 18 barang bukti dari lokasi kejadian,” terang Bambang.

Barang bukti yang diamankan di antaranya selongsong berisi residu serbuk petasan, serpihan kertas dengan sisa bubuk, alat pemadat, sumbu petasan, hingga alat yang diduga digunakan untuk meracik petasan.

Polisi menduga ledakan berasal dari petasan rakitan yang tengah dibuat di dalam rumah milik Sumari. Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan mengakibatkan bangunan rumah rusak parah.

Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang berada di kandang ternak di bagian belakang rumah, sementara sejumlah penghuni lain berada di dalam rumah.

“Berdasarkan keterangan saksi, saat itu pemilik rumah sedang memberi makan ternak. Tiba-tiba terdengar satu kali ledakan keras. Ketika saksi keluar dari kandang, kondisi rumah sudah mengalami kerusakan cukup parah dan para korban masih berada di posisi semula,” jelas Bambang.

Akibat kejadian itu, enam orang menjadi korban. Syamsul Arifin, 26, mengalami luka bakar sekitar 60 persen dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar.

Sementara lima korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, yakni Yantin, 52, Nur Vitaniyah, 25, Malinda, 15, Kenzi Alfaro, 3, dan Febriansyah, 10.

Selain memasang garis polisi di sekitar lokasi kejadian, petugas juga meningkatkan patroli guna menjaga keamanan lingkungan pascaledakan.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak merakit maupun menyimpan bahan petasan secara ilegal karena berisiko tinggi memicu ledakan dan membahayakan keselamatan jiwa. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.