Prabowo Akui Suka ‘Adu Domba’ TNI-Polri dengan Ilmu Komandan

oleh -145 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 17 at 4.08.39 PM
Presiden Prabowo Disambut ribuan buruh, warga dan pelajar saat menuju Desa Nglundo untuk meresmikan Museum Marsinah (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk — Riuh tawa dan tepuk tangan ratusan warga mendadak memecah keheningan Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Nganjuk pada Sabtu (16/5). Kehadiran Presiden Prabowo Subianto untuk meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah tidak hanya membawa nuansa refleksi sejarah perjuangan buruh, tetapi juga diwarnai atmosfer yang sangat cair.

Di podium, Prabowo yang didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Presiden KSPSI Andi Gani justru memilih menanggalkan kesan kaku protokoler dan membagikan cerita-cerita menarik di balik dapurnya memimpin kabinet.

Presiden Prabowo membuka sanjungan tingginya kepada jajaran menteri yang mengurusi sektor agraria, khususnya Kementerian Pertanian, yang dinilainya bekerja totalitas tanpa memedulikan citra formal demi langsung turun ke sawah.

“Terima kasih semua pihak, untung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani. Memang dia, mukanya aja hitam kayak gitu, ya. Kalau enggak hitam saya curiga,” kelakar Presiden Prabowo yang disambut gelak tawa para undangan.

Di balik candaan fisik yang akrab tersebut, Prabowo menegaskan bahwa dirinya selalu memantau pergerakan para pembantunya di pemerintahan.

Ia memuji bagaimana dedikasi dan kecepatan respons tim pertanian saat berhadapan dengan dinamika di lapangan yang sering kali penuh dengan kritik maupun tekanan dari berbagai pihak.

Bagi mantan Panglima Kostrad ini, latar belakang sebagai anak petani membuat jajaran menteri dan wakil menteri saat ini memiliki pemahaman yang mendalam terhadap realitas konflik dan kebutuhan pangan di akar rumput.

“Tapi dia disalah terus, tiap saya telepon, ‘Ada di sini, ada di itu.’ Enggak apa-apa. Ini menteri yang hebat, terima kasih. Timnya juga hebat. Wakilnya juga hitam kayak dia. Anak petani juga. Jadi enggak bisa dibohongi,” lanjutnya seraya tersenyum.

Tak hanya sektor pertanian, swasembada dan ketahanan pangan nasional dinilai Prabowo tidak akan berjalan tanpa adanya sinergi yang kokoh antara institusi TNI dan Polri.

Keterlibatan aktif para aparat pengaman dalam mengawal jalur logistik jagung, dan pupuk hingga manajemen pergudangan dinilainya menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program pemerintah saat ini.

Menariknya, Prabowo kemudian membocorkan salah satu rahasia atau trik kepemimpinannya dalam mengelola dinamika organisasi, sebuah metode psikologis yang ia sebut sebagai “ilmu komandan” untuk memacu kinerja bawahannya agar selalu memberikan yang terbaik melalui kompetisi yang sehat.

“Memang ilmu pemimpin itu kalau ada dua anak buah, kita harus bikin bersaing. Jadi, kalau ada Panglima TNI saya puji-puji polisi. Nanti kalau ada Kapolri saya puji-puji TNI, jadi mereka keluar dari ruangan saya, kan? ‘Wah, luar biasa.’ itu ilmu komandan,” ungkapnya secara blak-blakan.

Pidato yang sarat akan humor, apresiasi, dan strategi kepemimpinan itu pun menjadi penutup rangkaian acara formal yang sangat berkesan bagi masyarakat Nganjuk.

Gaya komunikasi yang jujur dan apa adanya dari Prabowo membuktikan bahwa pesan-pesan kebangsaan yang berat sekalipun dapat tersampaikan dengan hangat jika dibalut lewat pendekatan yang humanis. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.