Renovasi Rp 335 M Stadion Kanjuruhan Disorot, Banyak Kerusakan Ditemukan saat Sidak DPRD Malang

oleh -96 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 03 at 2.55.49 PM
Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Ahmad Mubarok, saat sidak di Stadion Kanjuruhan (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Anggota DPRD Kabupaten Malang Fraksi PDI Perjuangan Zulham Ahmad Mubarok menyoroti kondisi Stadion Kanjuruhan yang diduga mengalami sejumlah kerusakan meski baru selesai direnovasi dengan anggaran mencapai Rp 335 miliar dari APBN. Temuan tersebut diperoleh setelah Zulham melakukan sidak ke stadion yang diproyeksikan menjadi markas Arema FC dan RANS Nusantara FC.

Menurut Zulham, hasil renovasi dengan nilai proyek yang sangat besar seharusnya menghasilkan bangunan berkualitas tinggi dan memenuhi standar keamanan serta kenyamanan. Namun, dari hasil sidak ditemukan berbagai persoalan yang dinilai harus segera menjadi perhatian Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Kami menemukan sejumlah titik yang diduga mengalami kerusakan. Mulai dari kebocoran plafon, beton yang mengelupas, kerusakan lampu, saluran pembuangan yang bermasalah, hingga beberapa ruangan yang masih tergenang air saat hujan. Temuan ini tentu harus dievaluasi karena stadion ini baru selesai direnovasi dengan anggaran yang sangat besar,” terang Zulham saat dikonfirmasi, Senin (3/8).

Berdasarkan hasil inspeksi, dugaan kerusakan ditemukan di berbagai bagian stadion. Tidak hanya pada area tribun, tetapi juga fasilitas pendukung seperti lampu toilet yang rusak, shower yang tidak berfungsi, pintu museum mengalami kerusakan, cermin yang lembap, instalasi kabel dan lampu LED bermasalah, pipa AC outdoor rusak, hingga kondisi aspal di salah satu akses stadion yang mulai mengalami penurunan kualitas.

Selain itu, terdapat dugaan kebocoran pada lapisan waterproof pelat beton tribun yang menyebabkan air merembes ke plafon ruangan di bawahnya. Pada beberapa titik, rembesan tersebut bahkan mengakibatkan plafon mengalami kerusakan.

Selain menyoroti kualitas bangunan, Zulham juga mempertanyakan belum rampungnya proses serah terima fisik Stadion Kanjuruhan kepada Pemkab Malang. Padahal, operasional stadion telah diserahkan sejak 8 Maret 2025, namun hingga akhir Juli 2026 aset tersebut masih menjadi tanggung jawab Kementerian PU.

Kondisi tersebut membuat Pemkab Malang belum memiliki kewenangan untuk mengalokasikan anggaran pemeliharaan maupun melakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan.

“Ini menjadi persoalan serius. Ketika ada kerusakan, pemerintah daerah belum bisa bergerak karena asetnya belum diserahterimakan. Di sisi lain, masyarakat tentu berharap stadion ini dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan kondisi yang benar-benar layak,” tegasnya.

Ia menilai ketidakjelasan status aset justru berpotensi mempercepat kerusakan bangunan karena tidak ada pihak yang dapat melakukan pemeliharaan secara optimal selama proses administrasi belum selesai.

Dalam sidak tersebut, Zulham juga menerima informasi mengenai dugaan adanya sejumlah subkontraktor yang hingga kini belum menerima pelunasan pembayaran dari kontraktor utama proyek renovasi Stadion Kanjuruhan. Informasi itu, menurutnya, akan didalami melalui rapat kerja bersama Kementerian PU.

“Kami akan membawa seluruh temuan ini ke rapat kerja dengan Kementerian PU. Mulai dari kualitas hasil renovasi, status serah terima aset, hingga informasi mengenai pembayaran kepada subkontraktor. Semua harus dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan,” tegasnya.

Zulham menegaskan Stadion Kanjuruhan bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi juga memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Malang sebagai lokasi tragedi 1 Oktober 2022 yang merenggut 135 nyawa Aremania. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil renovasi sekaligus segera menyelesaikan proses serah terima aset kepada Pemerintah Kabupaten Malang agar pengelolaan dan pemeliharaan stadion dapat berjalan maksimal. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.