KabarBaik.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara, Senin (27/4). Ia sebelumnya menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional.
“Dudung Abdurrachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan,” ungkap narator pelantikan. Dudung dilantik bersama lima pejabat lainnya. Antara lain Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi.
Rekam Jejak Gemilang Dudung Abdurrachman
Dudung menjadi salah satu tokoh militer Indonesia yang kerap menarik perhatian publik. Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965, Dudung dikenal sebagai sosok yang meniti karier dari bawah hingga mencapai posisi strategis di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Perjalanan hidupnya tidak selalu mudah. Semasa muda, Dudung pernah bekerja sebagai loper koran untuk membantu ekonomi keluarga setelah ayahnya meninggal dunia.
Namun keterbatasan tersebut tidak menghalangi langkahnya untuk mengejar cita-cita menjadi prajurit. Ia kemudian menempuh pendidikan militer di Akademi Militer (Akmil) dan lulus pada tahun 1988, yang menjadi awal kariernya di kecabangan infanteri.
Karier pria berusia 60 tahun itu terus menanjak seiring waktu. Ia dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, mulai dari Komandan Rindam II/Sriwijaya, Wakil Gubernur Akmil, hingga Gubernur Akmil. Namanya semakin dikenal saat menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) pada 2020.
Tak lama berselang, Dudung diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada 2021. Puncak karier militernya terjadi ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-33 pada periode 2021 hingga 2023.
Selama menjabat, Dudung dikenal dengan sikap tegas, terutama dalam isu-isu keamanan dan penanganan radikalisme. Termasuk polemik dengan Front Pembela Islam (FPI). Kebijakannya saat memimpin Kodam Jaya, termasuk penertiban atribut kelompok tertentu, sempat menuai perhatian dan kontroversi publik.
Usai memasuki masa purnatugas, Dudung tidak sepenuhnya meninggalkan dunia pengabdian. Ia sempat dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kini, ia mendapat penugasan baru sebagai KSP.(*)








