KabarBaik.co, Jember – Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi peningkatan nilai kehormatan (insentif) untuk pengurus RT, RW, hingga kader Posyandu.
Hal itu ia sampaikan saat agenda Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) wilayah Kecamatan Rambipuji pada, Rabu malam (29/7).
Gus Fawait mengatakan, keinginan publik untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraan adalah hal yang lumrah.
“Saya kira itu aspirasi yang wajar dan normal. Setiap pihak tentu berharap ada penyesuaian (ke atas),” tutur Gus Fawait.
Tanpa memberi obral janji yang tidak pasti, Gus Fawait memilih pendekatan jujur. Ia membeberkan gambaran aktual kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember yang saat ini tengah mengalami pengetatan dan pemangkasan di beberapa alokasi program.
Penjelasan transparan tersebut disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dicerna oleh para pengurus RT, RW, dan kader Posyandu yang hadir. Diskusi yang mulanya berpotensi tegang justru mencair menjadi ruang dialog yang interaktif dan hangat.
“Alhamdulillah, kendati ada penjelasan mengenai efisiensi anggaran, antusiasme dan semangat para ketua RT, RW, serta kader Posyandu tidak surut,” terangnya.
Bupati Jember mengaku puas dengan iklim kebersamaan pada agenda Bunga Desaku di Rambipuji kali ini. Suasana cair yang diselingi canda tawa dan guyonan antar warga dinilainya ampuh melepas kepenatan dari formalitas birokrasi.
Ia menegaskan, esensi utama dari hadirnya program Bunga Desaku adalah untuk meruntuhkan tembok pembatas antara pejabat pemerintah dengan masyarakat luas.
“Hal terpenting adalah hilangnya jarak antara kepala daerah dan warganya. Kedekatan ini harus terus ada di kehidupan sehari-hari, bukan sekadar momentum politik menjelang pemilu saja,” tutup Gus Fawait.(*)






