KabarBaik.co, Jember – Pembangunan suatu daerah tidak melulu soal megahnya infrastruktur fisik. Bagi Pemerintah Kabupaten Jember, penguatan karakter dan moral masyarakat justru menjadi fondasi paling utama. Komitmen inilah yang ditekankan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam agenda Bunga Desaku yang berlangsung di Balai Desa Sukorambi.
Di hadapan para ketua kelompok pengajian dan guru ngaji, Gus Fawait menyampaikan bahwa peran pendidik agama di tingkat akar rumput sangat krusial. Mereka adalah garda terdepan dalam mencetak generasi muda yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan keluhuran adab.
“Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Selama ini, para guru ngaji telah mengabdi dengan tulus demi mendidik anak-anak kita. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pemerintah hadir untuk memberikan penghormatan,” tutur Gus Fawait, Selasa (30/6).
Sebagai wujud nyata apresiasi atas dedikasi tersebut, Pemkab Jember memastikan program insentif bagi para guru ngaji kembali dicairkan.
Gus Fawait menggarisbawahi bahwa insentif ini tidak boleh dilihat sekadar sebagai bantuan materi, melainkan bentuk pengakuan dan penghormatan negara atas pengabdian mereka.
“Diberi atau tidak diberi insentif, guru ngaji tetap konsisten mengajar karena panggilan jiwa,” tegasnya.
Menurutnya, insentif hadir sebagai stimulus dan simbol apresiasi dari pembuat kebijakan atas jasa besar mereka menjaga moral bangsa.
Menanggapi maraknya tantangan kenakalan remaja saat ini, Bupati Jember mengingatkan bahwa sekolah formal saja tidak cukup. Perlu ada sinergi kuat antara pendidikan moral di rumah dan lingkungan masyarakat.
Gus Fawait pun mengajak para orang tua untuk aktif mengarahkan anak-anak mereka agar rutin menghadiri majelis dzikir dan shalawat.
Menurutnya, lingkungan spiritual seperti ini sangat efektif untuk memberikan ketenangan jiwa, sekaligus menanamkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sejak dini. (*)






